JAKARTA, Kaifanews – Kasus penipuan dengan modus mengaku sebagai pramugari Batik Air menghebohkan dunia penerbangan Indonesia. Seorang wanita yang mengaku sebagai pramugari maskapai tersebut, Khairun Nisya (25), ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (05/1/2026) pagi. Wanita ini diduga melakukan pemalsuan identitas dengan berpura-pura menjadi pramugari untuk mendapatkan berbagai fasilitas dan keuntungan dari pihak maskapai.
Perjalanan Khairun Nisya Sebagai “Pramugari Gadungan”
Khairun Nisya, yang kini menjadi sorotan publik, awalnya dikenal sebagai seorang wanita muda yang terlihat rapi dan profesional saat berpakaian pramugari Batik Air. Selama beberapa minggu terakhir, ia kerap terlihat berada di berbagai terminal keberangkatan, berpura-pura menjadi bagian dari kru kabin.
Menurut keterangan otoritas bandara, Khairun Nisya pertama kali tertangkap kamera keamanan saat berjalan di area lounge penumpang kelas bisnis, mengenakan seragam Batik Air lengkap dengan tanda pengenal pramugari. Banyak penumpang yang mengira ia memang bagian dari kru kabin dan beberapa bahkan berinteraksi dengannya. Namun, ketika petugas bandara melakukan pemeriksaan lebih lanjut, identitasnya mencurigakan. Ternyata, ia tidak terdaftar sebagai anggota kru resmi Batik Air.
Modus Operandi yang Cerdik
Dari hasil penyelidikan awal, terungkap bahwa Khairun Nisya mengaku bekerja sebagai pramugari Batik Air melalui sebuah rekayasa identitas yang cukup meyakinkan. Ia diketahui mendapatkan akses ke seragam Batik Air yang asli melalui jaringan teman-temannya yang bekerja di industri penerbangan. Nisya juga memiliki dokumen palsu yang menampilkan dirinya sebagai pegawai aktif di maskapai tersebut.
Namun, yang mengejutkan adalah kemampuan Nisya untuk memanfaatkan penampilannya dengan sangat meyakinkan. Beberapa saksi mengatakan bahwa ia sering terlihat sangat percaya diri di area bandara, bahkan sempat beberapa kali berbicara dengan penumpang, memberikan mereka kesan bahwa ia memang benar-benar seorang pramugari profesional.
Penangkapan dan Penyelidikan Lanjut
Penangkapan Khairun Nisya dimulai setelah pihak keamanan bandara mencurigai gerak-geriknya. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ia tidak terdaftar dalam daftar kru Batik Air, dan identitasnya ternyata palsu. Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan penggeledahan terhadap barang bawaannya, dan ditemukan sejumlah barang yang digunakan untuk memalsukan identitasnya, termasuk seragam dan kartu identitas palsu.
Melansir dari Antara, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Mono, Menyampaikan bahwa yang bersangkutan mengaku malu terhadap keluarganya, ngaku ke keluarga bekerja di batik Air tapi ternyata tidak.
“Karena malu, yang bersangkutan tetap ngaku ke keluarga telah diterima dan bekerja di Batik Air, tapi kenyataannya itu tidak,” ujar Kompol Yandri, Kamis (8/1).
Kini, Khairun Nisya tengah diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Ia dijerat dengan pasal penipuan dan pemalsuan identitas yang dapat dihukum dengan pidana penjara. Investigasi juga sedang dilakukan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.
“Saya benar melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508. Saya menggunakan atribut pramugari dan seragamnya,” kata Nisya.
Nisya mengakui jika dirinya bukan seorang pramugari Batik Air.
“Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Grup. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Terimakasih” ujarnya.
Manajemen Batik Air, melalui pernyataan resmi, menyatakan bahwa mereka sangat menyesalkan kejadian ini dan akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami akan lebih memperketat prosedur internal dan meningkatkan pengawasan di bandara untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” kata juru bicara Batik Air.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dengan identitas yang kita temui di tempat umum, khususnya di area-area seperti bandara. Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya pemeriksaan yang lebih ketat terhadap personel yang bekerja di fasilitas publik, terutama yang berkaitan dengan keselamatan.
Namun, lebih dari itu, insiden ini menyiratkan sebuah pertanyaan besar tentang bagaimana seseorang bisa menipu begitu banyak orang dengan cara yang begitu meyakinkan kisah Khairun Nisya akan menjadi salah satu catatan menarik dalam dunia penerbangan Indonesia.








