JEPARA, Kaifanews – Hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Jepara memicu rangkaian bencana di sejumlah wilayah. Di tengah kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara memusatkan seluruh sumber daya untuk membuka kembali akses menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, yang terputus total akibat longsor dan erosi sungai.
Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan Desa Tempur menjadi prioritas karena badan jalan utama yang menghubungkan wilayah tersebut hilang sepanjang sekitar 60 meter. Untuk mendukung operasi penyelamatan dan distribusi bantuan, BPBD mendirikan posko utama sekaligus dapur umum di Desa Damarwulan.
“Pos ini kami pilih karena strategis. Dari sini kami bisa menyalurkan logistik ke Tempur yang terisolasi sekaligus menangani banjir di Desa Sumberejo,” kata Arwin di lokasi bencana, Sabtu (10/1/2026).
Dari posko tersebut, BPBD menyiapkan sedikitnya 100 bungkus makanan setiap kali distribusi untuk masing-masing wilayah terdampak. Satu unit truk tangki air juga ditempatkan di Sumberejo guna membantu pembersihan lumpur sisa banjir.
Untuk membuka kembali jalur menuju Tempur, BPBD menerapkan strategi pembukaan dari dua arah, yakni dari sisi Desa Tempur dan dari wilayah Medani. Sebanyak lima unit alat berat dikerahkan untuk menembus material longsoran dan mengevaluasi konstruksi jalan yang ambruk.
“Tim teknik sedang melakukan penilaian di titik terparah. Kami mencari metode tercepat dan paling aman agar akses darurat bisa segera dilalui,” jelas Arwin.
Meski fokus utama tertuju pada Tempur, BPBD tetap memantau titik-titik rawan lain. Laporan bencana juga datang dari wilayah Bungu dan Dongos. Sementara di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, relawan dan aparat desa telah diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan longsor atau banjir susulan.
Upaya ini sejalan dengan arahan Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, yang mengingatkan seluruh camat dan kepala desa agar siaga penuh di tengah intensitas hujan yang masih tinggi. Dengan pengamanan berlapis dan pengerahan sumber daya besar-besaran, BPBD Jepara berupaya memastikan warga di wilayah terisolasi segera mendapat akses dan bantuan, tanpa mengabaikan potensi bencana di titik lain.








