JEPARA, Kaifanews– Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, berubah menjadi wilayah terisolasi setelah hujan deras memicu rangkaian longsor dan erosi hebat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mencatat sedikitnya 3.522 warga dari 1.445 kepala keluarga kini terputus dari akses keluar-masuk desa akibat jalan utama yang ambrol dan tertutup material longsoran.
Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyebutkan hasil penilaian cepat di lapangan menemukan 18 titik longsor dengan tingkat kerusakan berat hingga kritis. Kerusakan terparah berada di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”, di mana badan jalan sepanjang sekitar 50 meter lenyap terseret arus Sungai Gelis.
“Di Jembatan Mbah Sujak juga terjadi pergeseran aliran sungai. Jalan terkikis sampai kedalaman enam meter sehingga sama sekali tidak bisa dilalui,” kata Arwin, Sabtu (10/1/2026).
Bencana ini tidak hanya melumpuhkan transportasi. Enam rumah warga dilaporkan rusak, sebagian tertimbun lumpur dan sebagian lainnya mengalami kerusakan berat. Listrik pun padam total setelah satu tiang roboh dan satu lagi miring akibat terjangan tanah dan air.
Sektor pertanian ikut terpukul. Puluhan hektare sawah di sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut terbawa arus. Pendataan kerugian masih terus dilakukan seiring sulitnya menjangkau lokasi-lokasi terdampak.
Hingga Sabtu sore, BPBD bersama relawan dan instansi terkait masih berjibaku membuka jalur. Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan alat konvensional dan pompa air, dibantu satu unit alat berat. Dapur umum juga telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terjebak di desa.
“Pembersihan sudah dimulai sejak malam, tetapi hujan dan potensi longsor susulan membuat pekerjaan berjalan sangat terbatas. Banyak batu besar masih menutup badan jalan,” ujar Arwin.
Untuk mempercepat pembukaan akses, BPBD mengajukan tambahan alat berat jenis excavator PC-75, pompa air berkapasitas besar, serta logistik bagi ribuan warga yang kini menggantungkan hidup pada bantuan darurat.
Upaya pembersihan dan pembukaan jalur akan kembali dilanjutkan pada Minggu (11/1/2026) pagi, dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan. Sementara itu, warga diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi memicu longsor lanjutan.
BPBD Jepara membuka layanan koordinasi dan informasi melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di nomor 0811-2766-451 bagi masyarakat atau pihak yang ingin menyalurkan bantuan.








