KUDUS, Kaifanews – Pendaftaran pedagang Dandangan Kudus secara offline resmi dibuka perdana di Gedung Dekranasda Kabupaten Kudus, Sabtu (11/01/26). Sejak pagi hari, antusiasme pedagang terlihat sangat tinggi. Ruangan Dekranasda dipenuhi para pedagang, bahkan antrean panjang masih terlihat hingga ke luar pintu gedung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mayoritas pendaftar berasal dari sektor kuliner, yang memilih mendaftar secara offline karena dinilai lebih jelas, cepat, dan transparan. Salah satu pedagang kuliner yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat senang dengan kebijakan harga tahun ini.

“Saya senang sekali, karena tahun ini jauh lebih murah dari tahun kemarin. Makanya saya cepat-cepat daftar offline. Harganya jelas, murah, dan benar-benar tidak ada calo di lapak Dandangan,” ujarnya kepada Kaifa News.

Proses pendaftaran berlangsung tertib dengan pendampingan langsung dari panitia. Sistem pembayaran dan penentuan lapak dilakukan secara terbuka, sehingga pedagang merasa aman dan tidak terbebani biaya tambahan.

Pengelola Dandangan Kudus, Anjaz Pramono, mengatakan bahwa pembukaan pendaftaran online dan offline sengaja dilakukan untuk memberikan kemudahan sekaligus membangun kepercayaan pedagang.

“Kami membuka pendaftaran online dan offline untuk mempermudah para pedagang mendaftar secara transparan. Tujuan kami adalah membangun kepercayaan, agar pedagang merasa nyaman dan tidak terbebani biaya stand,” jelas Anjas Pramono.

Lebih lanjut, Anjaz menegaskan bahwa panitia juga menerapkan pembatasan kuota pedagang berdasarkan KTP.

“Kami membatasi pedagang ber-KTP Kudus sebanyak 70 persen, sedangkan KTP luar Kudus hanya 30 persen. Jadi kami utamakan pedagang lokal Kudus,” tambahnya.

Dengan tingginya animo pendaftaran di hari pertama, panitia mengimbau para pedagang untuk segera mendaftar baik melalui jalur online maupun offline agar tidak kehabisan kuota lapak Dandangan Kudus 2026.