DEMAK, Kaifanews – Kabupaten Demak tengah menghadapi tantangan serius akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah. Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Demak hingga Rabu (14/1/2026), banjir akibat luapan sungai dan rob kini meluas di empat kecamatan utama, yakni Sayung, Demak Kota, Karanganyar, dan Bonang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kombinasi curah hujan tinggi dan fenomena pasang air laut (rob) menyebabkan debit sungai melampaui kapasitas, merendam ribuan rumah warga serta akses jalan penghubung antarwilayah.

Kecamatan Sayung masih menjadi wilayah yang paling terdampak akibat letak geografisnya yang berada di daerah cekungan. Di Desa Kalisari, air merendam jalan utama setinggi 45 cm dan pemukiman sedalam 15 cm, berdampak pada 3.854 jiwa. Sementara di Desa Sayung, genangan di jalan desa mencapai ketinggian 65 cm.

Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar. Sebanyak 1.932 unit rumah terendam dengan total warga terdampak mencapai 6.129 jiwa. Tidak berjalannya aliran sungai menuju sipon gajah secara normal memperparah genangan di wilayah ini.

Data Sebaran dan Dampak Banjir Kabupaten Demak (Update 14 Januari 2026)

Wilayah Terdampak Ketinggian Air (Jalan/Rumah) Dampak Fasilitas Umum
Ds. Kalisari (Sayung) 45 cm / 15 cm 10 Sekolah, 6 Tempat Ibadah
Ds. Sayung (Sayung) 65 cm / 40 cm 4 Sekolah, 12 Tempat Ibadah, 1 Pasar
Kel. Betokan (Demak Kota) 30 cm (Tren Naik) Pemukiman Warga
Ds. Wonorejo (Karanganyar) 50 cm / 20 cm 1.932 KK Terdampak
Kecamatan Bonang 40 cm (Jalan Raya) Akses Jalan Demak-Bonang

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu insiden pohon tumbang. Pada Selasa (13/1) malam pukul 22.40 WIB, sebuah pohon Trembesi besar di Jalan Sultan Trenggono (dekat Stadion Sultan Fatah) tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang. Pohon tersebut menimpa sebuah truk bermuatan pakan ayam yang tengah parkir. Beruntung, BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kalaksa BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, S.IP., MM, melalui laporannya menegaskan bahwa personel TRC (Tim Reaksi Cepat) telah disiagakan 24 jam. Langkah pompanisasi masif sedang dilakukan untuk mengurangi debit air di titik pemukiman padat.

“Kami telah mengerahkan Mobile Pump BPBD Demak untuk pompanisasi di Desa Kalisari, serta dibantu Mobile Pump BPBD Provinsi Jateng untuk wilayah Wonorejo, Karanganyar. Kami juga terus memantau peringatan dini dari BMKG secara visual maupun sistem,” jelas Agus Sukiyono dalam keterangan tertulisnya.

BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang mengalami tren air naik seperti Kelurahan Betokan dan Desa Karangmlati. Warga dapat melaporkan kondisi darurat melalui Call Center BPBD Demak di nomor (0291) 682200 atau memantau perkembangan melalui media sosial resmi @bpbd_demak.