KUDUS, Kaifanews – Aula Gedung DPRD Kabupaten Kudus disulap menjadi posko pengungsian sementara bagi warga terdampak bencana. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan serta kenyamanan warga yang terpaksa mengungsi akibat kondisi darurat.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melakukan kunjungan ke posko pengungsian di Aula DPRD Kabupaten Kudus, Rabu (14/1/2026). Bupati Kudus memastikan kondisi para pengungsi khususnya lansia, balita dan anak-anak mendapatkan layanan dan perhatian yang memadai selama di pengungsian.
Tercatat sebanyak 162 jiwa dari 60 kepala keluarga (KK) asal Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, telah menempati posko pengungsian tersebut. Posko DPRD Kudus menjadi salah satu dari tujuh lokasi pengungsian banjir yang saat ini telah beroperasi di wilayah Kabupaten Kudus.
Kehadiran orang nomor satu di Kudus ke posko pengungsian di Aula DPRD Kabupaten Kudus tidak hanya untuk memberikan bantuan semata, pihaknya juga memastikan kesiapan fasilitas, serta memberikan penguatan emosional kepada para pengungsi yang tengah menghadapi situasi sulit. Bupati Kudus menyampaikan untuk tetap tabah dan bersabar dalam menghadapi ujian ini.
Dalam kunjungannya, Bupati Sam’ani menyapa satu per satu warga, berdialog, serta mendengarkan keluhan dan kebutuhan para pengungsi. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir dan berupaya maksimal dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan warga merasa aman dan tidak sendirian. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait akan terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari tempat tinggal sementara, logistik, hingga layanan kesehatan,” ujar Bupati Sam’ani.
Selain memberikan dukungan moril, Bupati juga menyerahkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya. Ia menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk siaga 24 jam serta memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan tepat sasaran.
Aula DPRD yang dijadikan posko pengungsian telah dilengkapi dengan fasilitas dasar, seperti alas tidur, dapur umum, layanan kesehatan, serta ruang ramah anak. Pemerintah Kabupaten Kudus juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, relawan, dan tenaga medis guna menjamin keamanan serta kenyamanan para pengungsi.
Posko Aula DPRD Kabupaten Kudus terbilang paling lengkap fasilitasnya jika dibanding dengan posko pengungsian lainnya. Aula ber-AC dengan fasilitas hiburan yang memadai. Satu unit televisi layar besar, wifi gratis, layanan cek kesehatan, serta toilet dan kamar mandi yang layak juga tersedia untuk menunjang kebutuhan para pengungsi selama berada di lokasi. Mereka juga dapat beristirahat dengan nyaman di Posko pengungsian ini.
Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Kudus, Muhtamat, mengatakan bahwa Aula Gedung DPRD Kudus mulai difungsikan sebagai tempat pengungsian sejak sore hari.
“Sore ini warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan sudah mulai datang. Total sementara sekitar 165 orang warga korban banjir,” jelasnya.
Muhtamat menjelaskan, Aula DPRD Kudus memiliki kapasitas hingga 500 orang pengungsi. Apabila terjadi overkapasitas karena adanya penambahan pengungsi, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Kudus untuk mendirikan tenda darurat tambahan.
“Sore ini kami sudah menerima bantuan makanan dari dapur SPPG yang biasa melayani program MBG. Ke depan kami juga akan menyiapkan dapur umum bagi korban banjir,” jelasnya.
Bupati Sam’ani turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Ia berharap warga tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan saling menguatkan satu sama lain.
Dengan sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Kudus optimistis penanganan bencana dapat berjalan efektif, serta kondisi masyarakat dapat segera pulih seperti sedia kala.








