KUDUS, Kaifanews – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai momentum penguatan nilai keimanan dan kebersamaan sosial.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak masyarakat menjadikan peristiwa agung tersebut sebagai pengingat pentingnya shalat serta keteguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menurut Bupati, Isra Mikraj merupakan peristiwa monumental dalam sejarah kenabian, karena pada momen itulah Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa kewajiban shalat lima waktu.
“Isra Mikraj menegaskan betapa pentingnya shalat sebagai tiang agama. Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT,” ujar Sam’ani usai kegiatan di Pendapa Kabupaten Kudus pada Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menekankan, kualitas shalat yang baik akan berdampak pada perilaku dan kehidupan sosial umat Islam. Oleh karena itu, peringatan Isra Mikraj harus menjadi ajang introspeksi untuk memperbaiki ibadah sekaligus memperkuat hubungan antar sesama.
“Melalui peringatan ini, mari kita tingkatkan kualitas ibadah, terutama shalat lima waktu, agar benar-benar menjadi penopang dalam memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia,” katanya.
Lebih lanjut, Sam’ani menyampaikan bahwa Isra Mikraj juga mengandung pelajaran tentang keteguhan iman, kesabaran, dan tawakal. Rasulullah SAW, kata dia, menunjukkan keteladanan luar biasa dengan tetap teguh dan berserah diri kepada Allah SWT meski menghadapi perjalanan yang sangat berat.
“Nilai-nilai inilah yang perlu kita pegang dalam menghadapi persoalan kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak umat Islam di Kabupaten Kudus untuk terus menjaga ukhuwah, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memperkuat toleransi demi terciptanya masyarakat yang religius, guyub rukun, dan tetap menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia turut menyampaikan doa dan harapan agar Kabupaten Kudus senantiasa diberi perlindungan dan ketenteraman, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
“Kami berdoa agar bencana dan musibah yang terjadi di Kabupaten Kudus segera berakhir. Bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan menggantinya dengan kebaikan yang berlipat ganda,” ucapnya.
Menutup pesannya, Sam’ani berharap peringatan Isra Mi’raj tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi sumber hikmah untuk meningkatkan kualitas hidup beragama, berbangsa, dan bernegara.
“Mari bersama-sama menyukseskan pembangunan menuju masyarakat Kudus yang sehat, sejahtera, harmonis, dan bertakwa,” tandasnya.








