TEHERAN, Kaifanews – Situasi jauh lebih tegang terjadi di Iran. Otoritas setempat dilaporkan telah menahan sekitar 3.000 orang yang dituding memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris dan terlibat dalam gelombang unjuk rasa antipemerintah. Informasi tersebut disampaikan media Iran dan dikutip Al Arabiya, Jumat (16/1/2026).
Iran belakangan diguncang demonstrasi besar-besaran yang oleh sejumlah pengamat disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam 47 tahun sejarah Republik Islam. Aksi-aksi tersebut dilaporkan memakan korban jiwa dalam jumlah besar akibat bentrokan dan kerusuhan.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada pemerintah Iran. Ia menyatakan AS siap menyerang “titik terlemah” Iran jika aparat setempat menindak demonstran, serta menyebut Washington siap memberikan dukungan kepada para pengunjuk rasa.
Pemerintah Iran merespons dengan nada keras. Presiden Masoud Pezeshkian menuding demonstrasi tersebut direkayasa oleh pihak asing yang disebut sebagai “musuh-musuh Iran”, seraya mengancam akan membalas dengan menyerang kepentingan dan sekutu AS di kawasan.
Amerika Serikat sendiri dilaporkan meningkatkan tekanan. Hingga pertengahan Januari, Washington mengancam aksi militer jika Iran menjatuhkan hukuman mati kepada para demonstran. Duta Besar AS untuk PBB menegaskan bahwa seluruh opsi masih terbuka.
Di sisi militer, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pengawalnya dilaporkan tengah bergerak menuju Timur Tengah dari Laut China Selatan. Menurut laporan New York Times yang mengutip pejabat AS, armada tersebut diperkirakan tiba dalam waktu sekitar satu pekan.
Selain kapal perang, AS juga disebut akan mengirim tambahan pesawat tempur serta memperkuat sistem pertahanan udara di kawasan, termasuk penempatan rudal pencegat untuk melindungi pangkalan-pangkalan strategis, terutama di Qatar.
Peningkatan kekuatan militer ini, menurut pejabat AS, bertujuan menekan Iran agar tidak meningkatkan kekerasan terhadap demonstran sekaligus memberi Washington lebih banyak opsi jika konflik berkembang lebih jauh.








