KUDUS, Kaifanews – Meskipun banjir sudah mulai surut, masih terdapat beberapa titik luapan air yang menggenangi ruas jalan di Kabupaten Kudus. Salah satunya pada Jalan Kudus–Purwodadi, tak hanya membuat arus lalu lintas tersendat, tetapi juga menyebabkan sejumlah kendaraan mogok saat melintas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di tengah kondisi tersebut, kehadiran polisi lalu lintas menjadi perhatian warga karena tak sekadar mengatur arus, tetapi turut membantu langsung pengguna jalan yang kesulitan.

Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean, menjelaskan bahwa genangan air terjadi di wilayah Desa Tanjungkarang dan Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati.

Selain karena daerah tersebut adalah daerah cekungan, Kasat Lantas mengatakan luapan air tersebut berasal dari kolam retensi atau waduk buatan yang daya tampungnya sudah penuh akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Air meluap karena kolam retensi sudah tidak mampu menampung debit air. Ketinggian genangan di jalan masih mencapai sekitar 20 hingga 30 sentimeter,” ujar AKP Royke, Senin 19 Januari 2026.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas. Kendaraan roda dua dan mobil kecil terpaksa melaju pelan, bahkan tidak sedikit yang mengalami mogok saat memaksakan diri melintasi genangan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satlantas Polres Kudus langsung menempatkan personel di titik-titik genangan. Selain mengatur arus kendaraan agar tetap berjalan aman, petugas juga sigap membantu pengendara yang kendaraannya mogok.

“Anggota kami plotting di sekitar lokasi luapan air. Jika ada motor atau mobil yang mogok dan tidak bisa melintas, petugas langsung membantu, termasuk mendorong kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelasnya.

AKP Royke menyebutkan, panjang jalan yang terdampak genangan di Desa Tanjungkarang mencapai sekitar 100 meter, sementara di Desa Jetis Kapuan sekitar 50 meter. Meski demikian, titik luapan air hanya terjadi di dua lokasi tersebut.

Sementara itu, untuk ruas jalan lain, termasuk jalur Pantura, kondisi dipastikan sudah kembali normal.

“Jalur Pantura sudah mulai surut sejak dua hari lalu. Saat ini hanya fokus di ruas Kudus–Purwodadi,” katanya.

Terkait kerusakan jalan akibat terendam air, pihak kepolisian mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan sementara.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar dilakukan penambalan sementara pada bagian jalan yang rusak,” tambahnya.

AKP Royke juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan bersabar saat melintasi kawasan terdampak genangan. Pengguna jalan diminta tidak memaksakan diri jika kondisi kendaraan tidak memungkinkan.

“Kami mengimbau pengendara untuk berhati-hati dan bersabar. Keselamatan tetap yang utama sambil menunggu air benar-benar surut,” tandasnya.