KUDUS, Kaifanews – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bergerak cepat menyusul masih meluasnya genangan banjir di Kabupaten Kudus pada Senin (19/1/2026) sore. Tim MDMC turun langsung ke Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak.
Dipimpin dr. Tony Hartanto, tim medis MDMC menyasar warga yang masih bertahan di rumah masing-masing meski lingkungan sekitar belum sepenuhnya surut. Pelayanan kesehatan dilakukan dengan metode door to door, menyusuri permukiman yang sebagian masih dikepung air.
“Pelayanan kami lakukan secara keliling karena kondisi wilayah belum memungkinkan warga datang ke fasilitas kesehatan. Banyak rumah masih tergenang, sehingga warga warga, terutama lansia masih kesulitan berkegiatan,” ujar dr. Tony di sela kegiatan.
Dalam layanan tersebut, tim MDMC melakukan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat-obatan secara gratis. Metode jemput bola dinilai menjadi solusi paling efektif agar layanan kesehatan tetap menjangkau warga di titik-titik yang terisolasi.
Dr. Tony menyebut, tim menemukan sejumlah warga dengan keterbatasan fisik yang tinggal di lokasi cukup sulit dijangkau. Salah satunya berada di wilayah paling barat desa, di mana rumah warga diapit genangan air dan dikelilingi area persawahan yang belum surut.
“Kondisi seperti ini tidak memungkinkan warga keluar rumah. Karena itu kami mendatangi langsung agar hak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan tetap terpenuhi,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, MDMC menargetkan dapat melayani sekitar 200 warga terdampak banjir untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
Seluruh data hasil pemeriksaan kemudian dilaporkan ke posko koordinasi untuk dilakukan asesmen lanjutan, terutama bagi warga yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut atau rujukan ke fasilitas kesehatan.
Kehadiran MDMC di Setrokalangan menjadi bagian dari respons kemanusiaan berkelanjutan yang dilakukan Muhammadiyah dalam menghadapi bencana. Sebelumnya, tim yang sama juga diterjunkan ke Aceh untuk membantu penanganan kesehatan korban banjir dan tanah longsor.








