KUDUS, Kaifanews – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menunjukkan peran nyatanya di tengah masyarakat. Saat banjir masih menyisakan luka bagi warga di wilayah selatan Kudus, UMK turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak di Desa Ngemplak dan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kebencanaan, dan Lingkungan (K4L), UMK menggandeng mahasiswa serta sejumlah pihak terkait untuk menyalurkan bantuan logistik dan dana kemanusiaan senilai Rp21.915.000. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Rektor di posko dapur umum Desa Ngemplak, Rabu (21/1/2025).

Berdasarkan data Desa Tanggap Bencana (Destana), banjir di Desa Ngemplak berdampak pada 468 jiwa dari 156 kepala keluarga. Sementara di Desa Karangrowo, jumlah warga terdampak jauh lebih besar, mencapai 996 jiwa dari 356 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 warga terpaksa mengungsi, sebagian besar berada di Gedung DPRD Kabupaten Kudus dan sekitar 100 orang lainnya di Balai Desa Karangrowo.

Rektor Universitas Muria Kudus, Prof. Dr. Ir. Darsono menegaskan bahwa keterlibatannya dalam penanganan bencana merupakan bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Bencana banjir membawa dampak besar bagi kehidupan warga. Kami berkomitmen untuk hadir dan berkontribusi nyata, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan logistik mendesak lainnya. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban dan membantu proses pemulihan,” ujarnya.

Kehadiran mereka mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Ngemplak, H. Syafi’i, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada warganya di tengah situasi sulit.

“Kondisi banjir ini cukup berat bagi masyarakat. Bantuan dari mereka sangat berarti dan membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan respons cepat yang diberikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangrowo yang diwakili Ketua Destana, Kusdi, menyebut sebagian besar warganya terpaksa meninggalkan rumah akibat genangan yang tak kunjung surut.

“Sekitar 800 warga Karangrowo masih mengungsi, termasuk di Gedung DPRD Kudus. Bantuan hari ini sangat membantu, khususnya bagi warga di pengungsian. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjaga,” tuturnya.