KUDUS, Kaifanews — Kondisi cuaca di Kabupaten Kudus mulai menunjukkan sisi cerahnya. Hujan yang sebelumnya turun hampir sepanjang hari kini berangsur mereda, dengan intensitas yang semakin menurun. Sejumlah wilayah terdampak banjir pun mulai mengalami penyusutan genangan air.
Meski demikian, dari pantauan jurnalis di lapangan pada Rabu (21/1/2026) siang, banjir belum sepenuhnya surut. Beberapa titik masih tergenang air, terutama di wilayah cekungan dan ruas jalan yang berada di sekitar kolam retensi.
Salah satu titik yang masih terdampak berada di jalan utama provinsi Kudus–Purwodadi. Ruas jalan yang sebelumnya sempat terendam cukup dalam kini mulai bisa dilalui kendaraan.
Luapan air di wilayah Desa Tanjungkarang dan Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, pada Rabu siang menyisakan genangan setinggi mata kaki di beberapa titik ruas jalan utama.
Arus lalu lintas di jalur tersebut terpantau lengang. Pengendara yang melintas terlihat lebih berhati-hati karena masih terdapat genangan air di sebagian badan jalan.
Luapan air ini dipicu oleh kondisi wilayah yang merupakan daerah cekungan, ditambah daya tampung kolam retensi atau waduk buatan yang masih penuh akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dusun Kapuan, Kodri, mengatakan bahwa ketinggian air sebelumnya sempat mencapai 80 sentimeter hingga satu meter. Namun, saat ini kondisi mulai membaik.
“Kemarin ketinggian air masih sekitar 80 sentimeter sampai satu meter. Sekarang sudah mulai turun sekitar 50 sampai 60 sentimeter,” ujarnya.
Menurut Kodri, wilayah Dukuh Kapuan dan Dukuh Jetis masih terdampak genangan, meskipun air terus berangsur surut. Di beberapa desa dan dukuh, penurunan air mencapai sekitar 30 sentimeter. Namun, di ruas jalan hingga melaju ke jalan Kabupaten di RW 1, genangan masih cukup dalam, bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa.
“Masih banyak warga yang bertahan di rumah masing-masing. Untuk bantuan sudah disalurkan, mulai dari nasi, beras, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Anggun, warga Kecamatan Undaan yang setiap hari harus beraktivitas ke wilayah kota, mengaku lega dengan kondisi banjir yang mulai surut. Ia mengatakan, genangan air sebelumnya cukup menyulitkan mobilitas warga.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai surut. Kemarin kalau mau berangkat kerja susah, takut motor mogok karena airnya tinggi,” ungkapnya.
Meski kondisi berangsur membaik, warga diimbau tetap waspada mengingat masih adanya genangan di sejumlah titik serta potensi hujan susulan dalam beberapa hari ke depan.








