PATI, Kaifanews – Peta kepemimpinan di Kabupaten Pati mendadak berubah setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan sekaligus menahan Bupati Pati, Sudewo, dalam perkara dugaan pemerasan pada proses pengisian jabatan perangkat desa. Perkembangan itu otomatis menyeret nama Risma Ardhi Chandra, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Pati, ke panggung utama pemerintahan daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengambil langkah administratif. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Risma Ardhi Chandra ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas Bupati Pati, menggantikan Sudewo yang kini menjalani proses hukum di rumah tahanan KPK.

Penugasan tersebut tidak sekadar bersifat formal. Risma kini memegang kendali penuh atas jalannya pemerintahan, mulai dari pengambilan keputusan strategis hingga memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan. Jika proses hukum terhadap Sudewo berlarut-larut, Risma bahkan berpotensi memimpin Pati hingga berakhirnya masa jabatan kepala daerah periode 2025–2030.

Dari Dunia Teknologi ke Panggung Politik

Risma Ardhi Chandra merupakan putra daerah Jawa Tengah yang lahir di Semarang pada 11 Mei 1976. Pendidikan menengah ia tempuh di SMK Negeri 1 Pati, sebelum melanjutkan studi ke Universitas Katolik Soegijapranata Semarang dengan fokus keilmuan di bidang Teknik Elektro.

Sebelum terjun ke birokrasi dan politik, Risma dikenal sebagai profesional di bidang teknologi informasi. Ia pernah menjadi mitra IT di PLN Pati, menangani berbagai sistem pendukung operasional. Setelah beberapa tahun, ia memilih meninggalkan dunia korporasi dan membangun usaha sendiri.

Langkah itu diwujudkan dengan mendirikan PT Indo Pratama Network, perusahaan yang bergerak di sektor teknologi dan layanan payment gateway. Seiring waktu, kiprah bisnisnya meluas ke sektor lain, termasuk perikanan serta kerja sama usaha batu bara di Jakarta.

Pengalaman sebagai pengusaha kemudian menjadi pintu masuk Risma ke dunia politik. Ia resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Agustus 2024. Tak lama setelah itu, ia maju sebagai calon Wakil Bupati Pati mendampingi Sudewo pada Pilkada 2024.

Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan suara 419.684 suara, atau sekitar 53,53 persen dari total suara sah. Keduanya kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati pada 20 Februari 2025.

Kini, di tengah krisis kepemimpinan akibat kasus hukum yang menjerat atasannya, Risma Ardhi Chandra berada di persimpangan penting. Keberhasilannya menjaga stabilitas, memulihkan kepercayaan publik, serta melanjutkan agenda pembangunan akan menjadi tolok ukur utama dalam perannya sebagai Plt Bupati Pati.