KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memaparkan kondisi kebencanaan terbaru di Kabupaten Kudus saat melakukan video conference dengan CNN TV dari Ruang Kerja Bupati, Rabu (21/1/2026). Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah cepat dan terkoordinasi untuk mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah terdampak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pengoperasian pompa air di Kolam Retensi Jati Wetan secara nonstop. Sam’ani menyebut, langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai upaya menurunkan tinggi genangan air.

“Pompa di Kolam Retensi Jati Wetan kami operasikan tanpa henti. Alhamdulillah, dampaknya mulai terlihat dengan penurunan genangan sekitar 10 hingga 20 sentimeter,” jelasnya.

Seiring dengan membaiknya kondisi di lapangan, Bupati menyampaikan bahwa jumlah posko pengungsian mengalami penurunan. Dari sebelumnya 15 posko, kini tersisa 12 titik pengungsian karena sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

Meski demikian, Sam’ani menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap siaga penuh. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, TNI dan Polri, hingga unsur swasta, guna memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi, baik logistik maupun layanan kesehatan.

Selain penanganan banjir, koordinasi juga difokuskan pada langkah-langkah darurat terhadap infrastruktur terdampak, seperti tanggul yang jebol, talud yang rusak, serta sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang akibat genangan air.

“Kami bergerak bersama, saling bersinergi agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan masyarakat bisa segera beraktivitas kembali dengan aman,” tegas Bupati Sam’ani.

Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan evaluasi harian hingga kondisi benar-benar pulih.