KUDUS, Kaifanews — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya mengelola anggaran pendidikan 2026 secara berkelanjutan dan akuntabel. Fokus utama diarahkan pada penguatan kebijakan afirmatif guna memastikan akses pendidikan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga menjangkau jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun, dengan sasaran lebih dari 19 juta murid dari keluarga kurang mampu.
“Tahun 2026 cakupan PIP kami perluas sampai TK. Tujuannya menjaga keberlanjutan akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah sejak usia dini,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, Sabtu (24/1/2025).
Selain PIP, Kemendikdasmen juga melanjutkan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM). Tahun ini, beasiswa tersebut dialokasikan bagi 5.519 murid SMA/SMK dari daerah khusus, Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi. Program ADEM ditujukan untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan akibat hambatan geografis dan ekonomi.
Pada sektor pendidikan afirmasi dan inklusif, Kemendikdasmen menyiapkan pembinaan dan bantuan bagi Community Learning Center (CLC) di Malaysia serta pengembangan pendidikan jarak jauh. Program ini ditargetkan menjangkau 771 lembaga dengan lebih dari 21.500 murid.
Suharti mengungkapkan, capaian tahun 2025 menjadi pijakan penguatan kebijakan tahun berikutnya. Sepanjang 2025, PIP telah disalurkan kepada lebih dari 19 juta murid, sementara Beasiswa ADEM menjangkau 4.616 murid.
“Komitmen kami bukan hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memastikan kualitas layanan pendidikan terus meningkat,” tegasnya.
Manfaat PIP dirasakan langsung oleh Hanif Taqi, siswa SMA Negeri 1 Teluk Bintan, Kepulauan Riau. Sejak kelas 6 SD, ia menerima PIP yang membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Aktif sebagai pengurus OSIS dan pernah menjadi Paskibraka Kabupaten Teluk Bintan, Hanif mengaku bantuan tersebut memotivasinya untuk terus berprestasi.
“PIP sangat membantu orang tua saya. Bantuan ini membuat saya lebih semangat belajar dan mengejar cita-cita,” ujar Hanif.
Ia bercita-cita mengabdi untuk negara, baik sebagai anggota Polri, lulusan sekolah kedinasan, maupun aparatur sipil negara. Hanif juga berharap pengalamannya dapat menginspirasi adik kelasnya agar tidak ragu memanfaatkan program bantuan pendidikan.








