KUDUS, Kaifanews — Potensi desa wisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus kembali mendapat perhatian. Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Samani, mengunjungi kawasan Wisata Agro dan Edukasi Alas Pijar 2 di Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (27/1/2026).
Dukuhwaringin memiliki berbagai keunggulan desa wisata. Terletak di lereng Gunung Muria, sekitar 2 km dari makam Sunan Muria. Terkenal dengan potensi alamnya, desa ini menawarkan wisata air “Kali Cinta”, air terjun Kedung Gender, river tubing, serta agrowisata seperti Kampung Lebah dan kebun jeruk pamelo
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung berbagai potensi wisata yang ada di kawasan lereng Gunung Muria, di antaranya Kebun Bonsai Muria, Kali Cinta, serta Air Terjun Kedung Gender. Selain itu, perhatian juga difokuskan pada geliat UMKM lokal yang tumbuh dan berkembang di sekitar kawasan wisata.
Istri Wakil Gubernur Jawa tengah itu mengaku terkesan dengan keberadaan desa wisata di Dukuhwaringin yang dinilainya memiliki daya tarik alam sekaligus kekuatan ekonomi berbasis masyarakat. Ia menyebut kunjungan ini sebagai pengalaman pertamanya datang ke kawasan tersebut.
“Saya baru pertama kali ke sini, ternyata ada desa wisata yang luar biasa. Ini bisa menjadi tujuan wisata unggulan. Ada wisata jeep, lalu kita bisa naik ke atas dan melihat pemandangan Kudus dari ketinggian,” ujarnya.
Menurut Nawal, keberadaan Wisata Agro dan Edukasi Alas Pijar 2 tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi UMKM binaan desa. Ia mencatat beragam produk lokal yang ditampilkan, mulai dari madu, durian, tape, hingga berbagai varian kopi khas Muria.
“Di sini banyak sekali UMKM binaan Desa Dukuhwaringin. Ada kopi dengan berbagai varian, bahkan ada inovasi kopi dicampur alpukat. Ini menarik, karena memang potensi wilayahnya ada di alpukat dan kopi,” katanya.
Nawal menilai inovasi produk berbasis potensi lokal seperti kopi alpukat menjadi contoh konkret bagaimana UMKM dapat menciptakan nilai tambah. Menurutnya, cita rasa yang dihasilkan akan berbeda dan bisa menjadi identitas khas daerah.
“Harapannya, UMKM-UMKM di Jawa Tengah bisa terus mencari inovasi sesuai potensi wilayah masing-masing. Kalau di sini unggulannya alpukat dan kopi, ya inovasinya bisa dikembangkan dari situ,” tambahnya.
Selain produk kopi, Nawal juga menyoroti olahan tape yang dinilainya memiliki kualitas rasa yang baik. Ia menyebut beberapa produk UMKM Dukuhwaringin bahkan telah masuk ke galeri Dekranasda, sehingga peluang pengembangan pasar semakin terbuka.
Ke depan, TP PKK Jawa Tengah bersama Dekranasda Kabupaten Kudus berkomitmen membantu penguatan pemasaran produk UMKM, termasuk melalui pemasaran digital. Dukungan juga akan diberikan dalam hal kurasi produk hingga membuka peluang keikutsertaan dalam berbagai pameran.
“Nanti selain kurasi, kita dorong agar bisa ekspo ke mana-mana. Kita juga bantu dari sisi pemasaran digital dan pengembangan informasi, bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten,” jelas Nawal.
Sementara itu, Endang, selaku pengelola Wisata Agro dan Edukasi Alas Pijar 2, mengaku kunjungan Ketua TP PKK Jawa Tengah memberikan suntikan semangat bagi para pelaku UMKM dan pengelola wisata setempat.
“Dengan adanya kunjungan seperti ini, tentu menambah semangat kami. Selama ini pengunjung memang tidak hanya dari masyarakat sekitar, tapi juga dari kota. Namun perhatian langsung seperti ini benar-benar di luar dugaan,” ungkapnya.
Menurut Endang, UMKM yang terlibat di kawasan Alas Pijar 2 sebagian besar berasal dari Dukuhwaringin dan desa-desa sekitar. Bahkan, terdapat jaringan pendukung yang turut menyuplai produk, meski tidak semuanya hadir langsung di lokasi.
Ke depan, pihak pengelola berencana mengembangkan budidaya rempah-rempah sebagai bagian dari daya tarik wisata edukasi. Gagasan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali sejarah kejayaan rempah Nusantara sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.
“Kemungkinan ke depan kami akan membudidayakan rempah-rempah. Supaya nanti siapa pun yang datang ke sini bisa mengenal dan mencari rempah-rempah, seperti pada masa lalu. Ini bagian dari edukasi dan penguatan potensi lokal,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi pengembangan desa wisata Dukuhwaringin sekaligus mendorong UMKM lokal Kudus untuk naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.








