Kaifanews – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut bulan suci. Persiapan tidak hanya menyentuh aspek ibadah dan spiritual, tetapi juga pengaturan aktivitas harian hingga perencanaan agenda sampai Idulfitri 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak heran jika pertanyaan seputar kapan awal puasa Ramadan 2026 mulai ramai dicari. Kepastian tanggal awal puasa dinilai penting agar masyarakat dapat menata jadwal kerja, pendidikan, hingga rencana mudik lebih matang.

Perkiraan Awal Ramadan 2026

Secara umum, awal Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada pertengahan Februari 2026. Pergeseran ini merupakan hal wajar karena kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan sebagai dasar perhitungan, sehingga lebih pendek dibanding kalender Masehi.

Dalam sistem Hijriah, satu bulan berumur 29 atau 30 hari dan penentuannya bergantung pada kemunculan hilal setelah ijtimak. Akibatnya, awal Ramadan selalu maju sekitar 10–11 hari setiap tahun Masehi.

Menariknya, sejak 2025 lalu, awal Ramadan kembali berdekatan dengan awal bulan Masehi—fenomena yang jarang terjadi dan diperkirakan kembali terulang pada 2026.

Versi Pemerintah

Kementerian Agama RI melalui Kalender Hijriah Indonesia memproyeksikan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Syaban.

Penetapan tersebut mengombinasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal) yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Versi Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama pada prinsipnya mengikuti keputusan pemerintah. Organisasi ini berpegang pada rukyatul hilal bil fi’li, yakni pengamatan langsung di lapangan yang hasilnya dibahas dalam sidang isbat.

Artinya, awal puasa menurut NU akan sejalan dengan keputusan resmi pemerintah. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria, puasa dimulai pada 19 Februari. Jika tidak, awal Ramadan bisa mundur satu hari.

Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Melalui metode hisab hakiki, Muhammadiyah memutuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan astronomi Majelis Tarjih dan Tajdid yang menyatakan ijtimak terjadi pada 17 Februari 2026, serta terpenuhinya kriteria global meski hilal belum terlihat di wilayah Indonesia.

Dengan prinsip kesatuan mathla’, Muhammadiyah menetapkan awal puasa serentak secara global pada 18 Februari 2026.

Gambaran Kalender Ramadan 2026

Jika mengacu versi pemerintah, Ramadan 1447 H diperkirakan berlangsung dari 19 Februari hingga 20 Maret 2026. Sementara versi Muhammadiyah dimulai sehari lebih awal, yakni 18 Februari dan berakhir pada 19 Maret 2026.

Perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi di Indonesia karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.

Hitung Mundur Menuju Ramadan

Berdasarkan kalender Kementerian Agama, per 8 Januari 2026, awal puasa tinggal sekitar 42 hari lagi. Artinya, waktu persiapan menuju Ramadan sudah semakin dekat.

Meski terdapat potensi perbedaan awal puasa, hal itu tidak mengurangi esensi dan semangat ibadah Ramadan. Masyarakat diimbau tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah sebagai rujukan nasional.

Menjelang datangnya bulan suci, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara spiritual, fisik, maupun perencanaan kebutuhan selama Ramadan, agar ibadah dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.