JAKARTA, Kaifanews — Komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Sebanyak ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 yang digelar BPJS Kesehatan, Selasa (27/1/2026).
Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil memperluas kepesertaan dan menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pada ajang tersebut, Kabupaten Kudus turut menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan kategori Madya. Daerah ini mencatatkan cakupan kepesertaan JKN sebesar 99,12 persen dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 85,33 persen, angka yang menempatkan Kudus di jajaran daerah dengan perlindungan kesehatan masyarakat yang hampir menyeluruh.
Secara nasional, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyebut capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama lintas sektor, terutama peran aktif pemerintah daerah dalam memastikan warganya terdaftar dan tetap aktif sebagai peserta JKN.
“Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Angka ini sudah melampaui target nasional dalam RPJMN 2025–2029,” ujar Ghufron.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak bisa dilepaskan dari komitmen kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada perlindungan kesehatan masyarakat. “Ketika kepala daerah memiliki komitmen kuat, maka pemerataan perlindungan kesehatan dapat terwujud secara nyata,” tegasnya.
Ghufron menambahkan, Universal Health Coverage juga menjadi bagian penting dari agenda pembangunan global. Indonesia menempatkan UHC sebagai indikator utama pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya target 3.8, yakni memastikan seluruh penduduk memperoleh perlindungan kesehatan. Program JKN menjadi instrumen utama negara untuk mencapai target tersebut.
Dampak capaian UHC, lanjut Ghufron, tidak hanya dirasakan dari sisi akses layanan kesehatan, tetapi juga kesejahteraan sosial. Berdasarkan riset LPEM FEB Universitas Indonesia tahun 2025, daerah yang telah mencapai UHC cenderung memiliki tingkat kesakitan lebih rendah, akses layanan yang lebih baik, serta beban pengeluaran kesehatan rumah tangga yang menurun.
“Pemanfaatan layanan kesehatan juga meningkat. Saat ini rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan mencapai dua juta kunjungan per hari. Ini menunjukkan akses layanan semakin terbuka,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas layanan di tengah tingginya pemanfaatan, BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, mendorong penguatan layanan primer, serta memperluas penggunaan teknologi digital. Sejumlah kanal layanan non tatap muka telah dikembangkan, mulai dari Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi melalui WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, hingga Care Center 165.
“Peserta juga bisa memanfaatkan antrean online dan fitur i-Care JKN yang memudahkan dokter melihat riwayat pelayanan peserta hingga satu tahun ke belakang, sehingga layanan bisa diberikan lebih cepat dan tepat,” kata Ghufron.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat konstitusi. “Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit, sekaligus menjamin seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Cak Imin, kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan bangsa. Pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan JKN mencapai 99 persen penduduk pada 2029. Ia menekankan agar tidak ada daerah yang justru mengalami penurunan jumlah peserta aktif.
“Selain memperluas cakupan, pemerintah daerah juga harus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan agar manfaat Program JKN benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.






