KUDUS, Kaifanews – Upaya memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat mendapat energi baru. Pemerintah Kabupaten Kudus meresmikan Perkumpulan Srikandi Sejahtera Sehat (PSSS) di Gedung A Setda Kudus, Rabu (28/1/2026).
Peresmian PSSS ini dibentuk sebagai wadah kolaboratif yang diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga kesehatan di tingkat keluarga.
Organisasi ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman antarsesama perempuan, tetapi juga diarahkan untuk berkontribusi aktif dalam mendorong kesetaraan gender, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Mewakili Bupati Kudus, Sekretaris Daerah Kudus Revlisianto Subekti menegaskan, kehadiran PSSS diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus sumber energi baru dalam menguatkan peran perempuan, khususnya di lingkup keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, fokus utama PSSS mencakup penguatan peran keluarga di bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan dan penerapan pola hidup sehat sejak dari rumah.
“Program utamanya ialah penguatan peran keluarga dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial,” ujar Revlisianto.
Isu pengelolaan sampah turut menjadi perhatian serius. Revlisianto menilai perempuan memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, terutama dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari tingkat rumah tangga yang berdampak langsung pada lingkungan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menyoroti masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia berharap PSSS dapat menjadi ruang aman sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Penguatan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan, upaya pencegahan, hingga mekanisme pelaporan harus terus didorong agar perempuan dan anak lebih terlindungi,” tegasnya.
Ketua Perkumpulan Srikandi Sejahtera Sehat, Martha Ngatmiati, mengungkapkan bahwa saat ini PSSS telah beranggotakan 58 perempuan dari berbagai latar belakang profesi. Ia optimistis keberagaman tersebut akan menjadi kekuatan untuk saling menguatkan dan bergerak bersama.
“Harapannya, PSSS bisa menjadi wadah tumbuh bersama untuk memperkuat kemandirian, kesehatan, serta perlindungan perempuan dan anak agar terbebas dari segala bentuk kekerasan,” ungkap Martha.








