Kaifanews.com – Real Madrid dipaksa menelan pil pahit setelah secara mengejutkan tumbang dengan skor telak 2-4 dari Benfica pada laga pamungkas fase liga Liga Champions di Estadio da Luz, Kamis (29/1) dini hari WIB.
Hasil minor ini menjadi gempa tektonik bagi sang juara bertahan, karena mereka terlempar dari zona delapan besar klasemen akhir dan harus menempuh jalur playoff yang berisiko untuk memperebutkan satu tiket ke babak 16 besar.
Di balik kemenangan heroik Benfica, instruksi “ekstrim” Jose Mourinho menjadi buah bibir dunia sepak bola, terutama saat ia memerintahkan kiper Anatoliy Trubin maju dalam situasi krusial yang berujung gol spektakuler ke gawang Los Blancos.
Pertandingan sejak awal berjalan di luar naskah bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa. Real Madrid yang mengandalkan kecepatan transisi tampak frustrasi menghadapi tembok pertahanan berlapis Benfica yang diterapkan Mourinho.
Benfica tampil klinis lewat skema serangan balik, memimpin dua gol lebih dulu di babak pertama. Meski Madrid sempat berusaha bangkit lewat aksi individu Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, efektivitas Benfica di bawah tekanan justru menjadi pembeda.
Momen paling ikonik terjadi pada menit-menit akhir pertandingan. Dalam situasi kemelut, Jose Mourinho melakukan instruksi “gila” dengan meminta kipernya, Anatoliy Trubin, ikut maju saat tekanan Benfica sedang memuncak.
Keputusan berisiko tinggi ini membuahkan hasil luar biasa; Trubin berhasil mencetak gol yang mengunci kemenangan 4-2, sekaligus meruntuhkan mentalitas juara Real Madrid di hadapan ribuan suporter tuan rumah.
Kekalahan ini memicu kritik tajam terhadap fleksibilitas taktik Alvaro Arbeloa. Media-media Spanyol seperti Marca dan AS mulai mempertanyakan ketajaman strategi Arbeloa saat menghadapi tim dengan garis pertahanan sangat rendah atau low block.
Ada kekhawatiran bahwa skuad bertabur bintang Madrid mulai mengalami kejenuhan taktik setelah dominasi panjang mereka di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.
“Kami kehilangan identitas dalam transisi malam ini. Benfica bermain sangat disiplin dan kami gagal memanfaatkan celah sempit yang mereka berikan,” ujar Arbeloa dalam sesi konferensi pers pascapertandingan.
Dengan hasil ini, Real Madrid harus segera berbenah sebelum menghadapi babak playoff bulan depan. Bagi Benfica, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pembuktian bahwa tangan dingin Jose Mourinho masih mampu menjadi momok bagi tim-tim raksasa dunia.
Publik kini menanti, apakah “Sang Raja Eropa” mampu bangkit dari jalur sulit ini atau justru harus gugur lebih awal secara tragis.
Statistik Pertandingan
-
Skor Akhir: Benfica 4-2 Real Madrid
-
Pencetak Gol: Benfica (Di Maria, Pavlidis, Kokcu, Trubin) | Real Madrid (Mbappe, Bellingham)
-
Penguasaan Bola: 35% (Benfica) – 65% (Real Madrid)
-
Tembakan (Tepat Sasaran): 8 (6) – 18 (5)
-
Dampak Klasemen: Real Madrid gagal masuk 8 besar otomatis (Jalur Playoff).








