KUDUS, Kaifanews – Kabupaten Kudus secara resmi memulai babak baru dalam dunia literasi dengan meresmikan Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) yang modern dan inklusif di pusat kota, Kamis (29/1). Peresmian fasilitas publik senilai Rp12,9 miliar ini dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Sekretaris Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Joko Santoso.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mengusung konsep keterbukaan, Perpusda Kudus tidak hanya dirancang sebagai gudang buku, tetapi bertransformasi menjadi pusat aktivitas edukatif yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Langkah ini menjadi tonggak strategis Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mencetak generasi cerdas dan inklusif di masa depan.

Pembangunan gedung megah ini merupakan buah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dengan dukungan anggaran sebesar Rp10 miliar dari Perpusnas RI serta kontribusi APBD Kabupaten Kudus senilai Rp2,9 miliar. Fasilitas ini didesain untuk menjadi “rumah ketiga” bagi pelajar dan masyarakat umum.

Bupati Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa perpustakaan ini harus menjadi ruang hidup.

“Perpustakaan ini tidak hanya untuk membaca, tetapi juga ruang aktivitas edukatif. Di sini tersedia kegiatan bermain hingga latihan seni tari. Kami juga menyiapkan fasilitas khusus, termasuk ruang baca dan koleksi buku yang ramah bagi penyandang disabilitas,” tutur Sam’ani.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen Pemkab Kudus terhadap literasi tidak akan berhenti pada peresmian gedung saja. Ke depan, Pemkab berencana menambah alokasi anggaran untuk pengembangan taman baca di area sekitar perpustakaan guna menciptakan suasana belajar yang lebih rileks dan menyatu dengan alam.

Apresiasi tinggi datang dari Perpusnas RI melalui Sekretaris Joko Santoso. Ia menyebut gedung baru di Kudus ini telah melampaui standar nasional.

“Ini menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi Kudus, tetapi juga Indonesia. Gedung ini bahkan layak disejajarkan dengan perpustakaan berkelas internasional,” ungkap Joko.

Ia menilai keseriusan Pemkab Kudus dalam membangun infrastruktur literasi patut diakui oleh dunia internasional sebagai langkah nyata mencerdaskan bangsa.

Acara peresmian ini ditutup dengan peninjauan fasilitas gedung, mulai dari ruang koleksi, area bermain anak, hingga pojok literasi disabilitas, menandakan kesiapan penuh Perpusda Kudus untuk melayani masyarakat setiap harinya.