KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, melakukan aksi tanggap darurat dengan meninjau langsung puluhan siswa SMA Negeri 2 Kudus yang diduga mengalami keracunan makanan di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kamis (29/1).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Usai menghadiri agenda peresmian Perpustakaan Daerah, Sam’ani membatalkan sejumlah jadwal lainnya demi memastikan penanganan medis para pelajar tersebut berjalan maksimal dan cepat.

Langkah responsif orang nomor satu di Kudus ini diambil guna menjamin keselamatan jiwa para siswa sekaligus menginstruksikan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti insiden medis massal tersebut.

Kejadian yang mengejutkan warga sekolah ini direspons Bupati Sam’ani dengan kehadiran langsung di ruang perawatan. Didampingi jajaran Pemkab Kudus, perwakilan Polres Kudus, dan unsur TNI, Bupati berdialog langsung dengan tim medis untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa. Ia menegaskan agar pihak rumah sakit memberikan prioritas penuh kepada para siswa hingga kondisi mereka benar-benar stabil.

Bupati Sam’ani menegaskan, pemerintah daerah hadir dan bergerak cepat setiap kali warga membutuhkan pertolongan. Ia juga menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan penelusuran penyebab kejadian agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Pemerintah daerah harus hadir dan bergerak cepat setiap kali warga membutuhkan pertolongan. Keselamatan warga, khususnya anak-anak kita, adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda,” tegas Sam’ani saat memberikan instruksi kepada Direktur RSUD Dr. Loekmono Hadi di sela peninjauan.

Selain memastikan aspek medis, Bupati Sam’ani juga langsung memerintahkan Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Langkah penelusuran ini dilakukan secara paralel dengan pihak kepolisian guna mencegah kejadian serupa terulang di lingkungan pendidikan lainnya di wilayah Kudus.

Orang tua siswa yang berada di lokasi mengapresiasi kehadiran langsung sang Bupati. Menurut mereka, kehadiran pimpinan daerah di tengah situasi krisis memberikan ketenangan psikologis bagi keluarga korban.

Bupati memastikan bahwa seluruh biaya penanganan bagi warga yang membutuhkan akan dikawal sesuai dengan regulasi kesehatan yang berlaku di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, tim medis RSUD Dr. Loekmono Hadi masih melakukan observasi intensif. Sementara itu, jajaran Polres Kudus juga telah mulai mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah dan penyedia jasa boga untuk mendalami kronologi insiden tersebut