KUDUS, Kaifanews – Pemerintah Kabupaten Kudus terus memantau secara intensif penanganan warga yang diduga mengalami keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (29/1/2026) malam pukul 20.00 WIB, tercatat puluhan pasien masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya turun langsung meninjau beberapa rumah sakit rujukan untuk memastikan kondisi pasien dan kesiapan layanan kesehatan. Dari hasil pemantauan, mayoritas pasien menunjukkan perkembangan yang positif.
“Keluhannya hampir sama, setelah makan MBG malam harinya muncul mual, pusing, dan diare, sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah sekarang kondisinya berangsur membaik,” ujar Sam’ani disela peninjauan di RS Islam Sunan Kudus.
Ia menjelaskan, jumlah pasien sempat mencapai 113 orang. Namun, seiring membaiknya kondisi kesehatan, sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang.
“Per Kamis sore tadi, yang masih menjalani rawat inap ada 46 pasien dan tersebar di beberapa rumah sakit di Kudus,” jelasnya.
Sam’ani menyebutkan, sebagian besar pasien yang masih dirawat hanya mengeluhkan gejala ringan seperti mules dan diare. Bahkan, beberapa di antaranya sudah menyampaikan keinginan untuk pulang.
“Kondisinya sudah membaik, tinggal mules-mules sedikit. Banyak yang ingin segera pulang,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Pemkab Kudus akan melakukan pendampingan dan pengawasan lebih ketat terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pendampingan melibatkan Dinas Kesehatan, Kodim, serta Polres Kudus guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi.
Sementara itu, Direktur Utama RS Islam Sunan Kudus, Ahmad Syaifuddin, menjelaskan bahwa pihaknya menerima 16 siswa yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
“Setelah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, pasien langsung dibawa ke IGD dan kami buka ruang transit khusus. Sebagian besar kondisinya membaik setelah observasi dan sudah dipulangkan,” jelasnya.
Namun demikian, lanjut Ahmad, terdapat lima siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga harus dirawat inap.
“Sampai malam ini kondisinya sudah jauh membaik. Keluhan sesak sudah hilang, muntah berkurang, tinggal diare dan mules. Mudah-mudahan besok sudah bisa pulang,” ujarnya.
Terkait penyebab kejadian, pihaknya menegaskan masih menunggu hasil resmi dari Dinas Kesehatan.
“Kami melakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan feses. Di beberapa sampel memang ditemukan bakteri. Untuk memastikan apakah ini keracunan makanan dan apa penyebab pastinya, kami serahkan sepenuhnya ke Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Ahmad juga mengapresiasi kunjungan langsung Bupati Kudus ke rumah sakit hingga malam hari.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pak Bupati. Di tengah malam beliau masih menyempatkan diri menjenguk siswa-siswa yang dirawat. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa kepada masyarakat Kudus,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pasien dirawat di berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Kudus antara lain RS Aisyiyah, RS Islam Sunan Kudus, RS Kumala Siwi, RS Mardi Rahayu, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, serta puskesmas dan klinik swasta.








