PATI, Kaifanews — Arus lalu lintas di jalur nasional Pati–Kudus sempat dibuat waswas. Tumpahan tanah bercampur sampah menutup sebagian ruas Jalan Raya Pati–Kudus Km 4,5, tepatnya di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo, Kamis (29/1/2026) sore. Kondisi jalan yang licin dan berdebu ini bahkan ramai diperbincangkan warganet karena dinilai berpotensi memicu kecelakaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tak ingin risiko tersebut berlarut, jajaran Polsek Margorejo bersama Sat Samapta Polresta Pati langsung turun tangan membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan. Langkah cepat itu dilakukan sesaat setelah laporan masyarakat diterima dan keluhan viral di media sosial.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Margorejo AKP Dwi Kristiawan menegaskan, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan tersebut.

“Kondisi jalan licin sangat membahayakan, apalagi jalur ini padat kendaraan. Begitu mendapat laporan, kami langsung bergerak agar tidak sampai terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses pembersihan, petugas menggunakan watercanon milik Sat Samapta Polresta Pati. Semprotan air bertekanan tinggi diarahkan ke badan jalan guna menghilangkan tanah dan debu yang menempel, sehingga permukaan aspal kembali aman dilalui.

“Watercanon kami gunakan supaya sisa tanah benar-benar bersih dan tidak meninggalkan debu yang bisa membuat jalan licin,” jelas AKP Dwi Kristiawan.

Hasil penelusuran di lapangan mengungkap, tumpahan tanah berasal dari aktivitas pemerataan lahan di sisi utara jalan yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan depo air mineral. Material tanah diangkut menggunakan truk, namun sebagian tanah diduga jatuh dari ban maupun bak kendaraan saat melintas di jalur nasional.

“Ini murni kelalaian teknis saat pengangkutan material. Tanah menempel di kendaraan dan jatuh di jalan,” tambahnya.

Selama proses pembersihan berlangsung, polisi memberlakukan pengalihan arus lalu lintas sepanjang kurang lebih 150 meter mulai pukul 17.30 WIB. Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menghindari kemacetan sekaligus menjamin keselamatan petugas dan pengguna jalan.

Sebanyak satu pleton personel Sat Samapta Polresta Pati dan lima anggota Polsek Margorejo diterjunkan. Selain membersihkan jalan, petugas juga aktif mengatur arus kendaraan agar tetap tertib.

Sekitar pukul 18.40 WIB, proses pembersihan dinyatakan rampung. Jalan yang sebelumnya tertutup tanah kembali bersih, dan arus lalu lintas dibuka normal tanpa hambatan.

“Kegiatan berjalan aman dan kondusif, tidak ada insiden selama penanganan,” kata AKP Dwi Kristiawan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga mengingatkan para pengangkut material agar lebih memperhatikan keamanan muatan, terutama saat melintas di jalur nasional yang padat kendaraan.

“Kami minta pengangkut material bertanggung jawab memastikan muatan tidak tercecer. Keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.