Kaifanews – Badai aksi jual besar-besaran melanda pasar kripto global pada Jumat (30/1) pukul 11.02 WIB, setelah harga Bitcoin (BTC) dilaporkan terjun bebas sebesar 6,10 persen hingga terperosok ke level 82.586,97 dollar AS per keping.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Koreksi tajam ini tidak hanya meluluhlantakkan kapitalisasi pasar mata uang kripto nomor satu di dunia tersebut, tetapi juga memicu efek domino yang menyeret mayoritas aset digital lainnya (altcoin) ke zona merah.

Sentimen negatif yang dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari ekspektasi serta kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga agresif, telah memaksa investor melakukan aksi ambil untung massal, memicu volatilitas ekstrem yang membuat pasar “berdarah” hanya dalam hitungan jam.

Penurunan tajam Bitcoin ini menandai salah satu koreksi harian terdalam sejak awal tahun 2026. Data pasar menunjukkan bahwa BTC gagal mempertahankan level support psikologisnya di angka 88.000 dollar AS, yang kemudian memicu likuidasi berantai pada posisi long di berbagai bursa berjangka.

Dampak dari “amblesnya” raja kripto ini langsung menjalar ke pasar altcoin. Ethereum (ETH), Solana (SOL), hingga Cardano (ADA) terpantau ikut terkoreksi dengan rentang penurunan berkisar antara 8 hingga 12 persen.

Fenomena ini mengonfirmasi bahwa ketergantungan pasar terhadap pergerakan Bitcoin masih sangat tinggi. Investor cenderung mengalihkan aset mereka kembali ke instrumen yang lebih stabil seperti stablecoin atau bahkan keluar sementara dari pasar kripto demi menghindari kerugian yang lebih dalam.

Meski pasar tengah dilanda kepanikan, sejumlah investor jangka panjang atau “HODLers” justru melihat momentum ini sebagai peluang untuk melakukan buy the dip atau membeli di harga rendah. Namun, para pakar keuangan tetap mengingatkan masyarakat untuk ekstra waspada.

Sifat aset kripto yang sangat fluktuatif mengharuskan setiap investor memiliki strategi manajemen risiko yang ketat dan tidak menggunakan “uang panas” untuk bertransaksi di tengah kondisi pasar yang tidak menentu seperti saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, tekanan jual masih terasa kuat di bursa-bursa besar seperti Binance dan Coinbase. Pelaku pasar kini menanti pidato petinggi bank sentral AS untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan ekonomi selanjutnya yang akan menentukan apakah Bitcoin akan melakukan rebound atau justru terseret lebih dalam ke level 75.000 dollar AS.

Ringkasan Performa Pasar Kripto (Per 30 Januari 2026)

Aset Kripto Harga (USD) Perubahan (24 Jam)
Bitcoin (BTC) $82.586,97 -6,10%
Ethereum (ETH) $2.415,20 -8,45%
Solana (SOL) $138,12 -10,20%
BNB $542,30 -5,80%