SEMARANG, Kaifanews — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan langkah baru untuk meningkatkan keamanan para pengemudi ojek online (ojol) perempuan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan akan meluncurkan aplikasi perlindungan khusus bagi driver ojol perempuan guna mencegah dan menangani potensi pelecehan maupun kekerasan saat bekerja di jalan.
Rencana tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Ngabuburide Berenergi di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dengan komunitas pengemudi ojol perempuan atau yang kerap disebut sebagai srikandi ojol.
“Hasil saya ngobrol dengan srikandi ojol, ada juga Komunitas Kebaya yang datang dari Purwokerto. Keluhannya apa saja. Katanya Jawa Tengah relatif aman. Namun kami akan melaunching program perlindungan untuk menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” ujarnya.
Menurutnya, aplikasi tersebut nantinya dilengkapi fitur tombol darurat yang dapat digunakan pengemudi ojol perempuan saat menghadapi situasi berbahaya. Ketika tombol ditekan, sistem akan langsung terhubung dengan lingkungan sekitar, termasuk pengurus RT setempat, sehingga bantuan dapat segera diberikan.
“Driver nantinya tinggal memencet tombol yang terhubung dengan RT sekitar. Tujuannya supaya para srikandi ojol terlindungi dari perbuatan tidak menyenangkan saat menjalankan pekerjaannya,” katanya.
Program perlindungan tersebut tidak hanya diterapkan di Kota Semarang, tetapi juga direncanakan menjangkau berbagai daerah di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi berharap sistem ini mampu menciptakan rasa aman bagi pengemudi ojol perempuan yang setiap hari beraktivitas di jalan.
“Nanti bukan hanya di Kota Semarang, namun juga di kota-kota lain khususnya di Jawa Tengah, biar ada keamanan di jalan,” jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasinya terhadap para pengemudi ojol yang selama ini telah memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Ia mengaku sering menggunakan jasa ojek online dan bahkan kerap menyempatkan diri berbincang dengan para pengemudi di berbagai titik mangkal.
“Saya termasuk yang selalu senang menggunakan jasa ojol. Bahkan biasanya saya muter-muter bertemu dengan kawan-kawan yang sedang ngetem,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menilai keberadaan ojol telah memberikan kontribusi penting bagi pergerakan ekonomi di Jawa Tengah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan para pengemudi.
Ia berharap, pada momentum libur Lebaran mendatang, jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Tengah meningkat sehingga turut berdampak pada bertambahnya pesanan bagi para driver ojol.
“Harapannya nanti saat libur Lebaran, banyak wisatawan datang ke Jawa Tengah sehingga orderan bagi teman-teman ojol juga meningkat,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut, Taj Yasin tidak hanya bersilaturahmi dengan komunitas pengemudi ojol, tetapi juga bertemu dengan anak-anak yatim serta mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh studi di Kota Semarang dan terdampak bencana di wilayah Aceh–Sumatera Utara.
Salah satu perwakilan komunitas ojol perempuan di Semarang, Dewi, menyambut positif rencana peluncuran aplikasi perlindungan tersebut. Ia menilai kebijakan itu menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan perempuan yang bekerja di sektor transportasi online.
Menurutnya, profesi driver ojol perempuan sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat dan berpotensi menghadapi risiko kekerasan di lapangan.
Meski demikian, Dewi mengaku selama tujuh tahun bekerja sebagai pengemudi ojol dirinya belum pernah mengalami kekerasan fisik. Namun ia pernah mengalami perlakuan verbal yang kurang menyenangkan dari pelanggan ketika mengantar penumpang dari Kota Semarang menuju Salatiga.
“Saya pernah mengalami kekerasan verbal saat mengantar customer dari Semarang ke Salatiga. Tapi saya sadar selama tidak memberi peluang kekerasan lebih jauh, saya tetap aman,” ujarnya.
Ia pun menyambut baik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap perlindungan perempuan, termasuk para driver ojol yang setiap hari bekerja di ruang publik.
“Saya berterima kasih perhatian Pemprov Jawa Tengah yang sangat melindungi perempuan. Mantap,” tandasnya.
Sementara itu, apresiasi juga disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Semarang, M Haikal Zalfah. Ia mengaku terkesan dengan perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada mahasiswa Aceh yang terdampak bencana di daerah asal mereka.
“Bantuan yang diberikan kepada kami tidak hanya selama tiga bulan saja, tetapi sampai sekarang masih dipikirkan. Kami selaku mahasiswa Aceh di Semarang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemprov Jateng,” katanya. (*)








