KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan dengan menyirami pohon di kompleks Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa, 7 April 2026. Aksi ini merupakan langkah preventif pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Kudus dalam waktu dekat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan sederhana tersebut menjadi simbol ajakan kuat kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap perawatan tanaman dan penghijauan. Menurut Sam’ani, kesiapan fisik tanaman harus diperkuat sejak dini sebelum memasuki periode puncak musim kemarau.

“Ini diprediksi nanti bulan Mei panasnya cukup tinggi, istilah orang sekarang panasnya sampai disebut panas ‘Godzilla’. Karena itu kita harus mulai merawat pohon-pohon kita dari sekarang,” ujar Bupati Sam’ani di sela kegiatannya.

Sam’ani menegaskan bahwa menyiram tanaman bukan sekadar menjaga keindahan estetika kota atau kantor. Baginya, setiap tetesan air yang diberikan merupakan upaya menjaga keberlangsungan kehidupan bagi generasi mendatang.

Ia menjelaskan bahwa pohon memiliki peran vital sebagai penyedia oksigen dan penjaga kualitas udara agar tetap sejuk. Di tengah ancaman suhu tinggi, pohon yang terawat akan menjadi benteng alami melawan hawa panas yang menyengat.

“Kita harus peduli dengan tanaman dan pohon. Penghijauan itu penting demi keberlangsungan kehidupan, manfaatnya banyak sekali, termasuk untuk oksigen yang kita hirup setiap hari,” jelasnya.

Jelang Musim Kemarau, Bupati Kudus Ajak Masyarakat Peduli Perawatan Pohon dan Penghijauan
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyirami tanaman di kompleks Pendapa Kabupaten Kudus sebagai ajakan peduli lingkungan. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Selain mengajak warga menyiram tanaman, Bupati juga menekankan pentingnya manajemen air yang efisien. Menurutnya, tanaman yang mendapatkan nutrisi dan penyiraman tepat justru akan memiliki daya tahan lebih kuat terhadap cuaca ekstrem.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk penghematan air jangka panjang karena mencegah kematian pohon yang sudah tumbuh besar. Sam’ani berharap masyarakat tidak membiarkan tanaman di lingkungan masing-masing mengering begitu saja.

“Dalam merawat pohon-pohon ini, kita juga belajar bagaimana menghemat air. Mari kita siram pohon-pohon kita supaya tetap tumbuh, tidak loyo, dan tidak mengering,” katanya.

Aksi Bupati ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif warga untuk mulai merawat tanaman di rumah, kantor, maupun fasilitas umum. Perawatan tersebut bisa dimulai dengan langkah rutin seperti menyiram, memberi pupuk, serta menjaga kebersihan area sekitar pohon.

Baginya, gerakan penghijauan harus menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga fungsi paru-paru dunia di tingkat lokal. Investasi waktu untuk merawat pohon saat ini akan dirasakan manfaatnya saat musim panas mencapai puncaknya nanti.

“Mari kita jaga bersama dan berikan nutrisi yang cukup pada pohon-pohon kita agar tetap tumbuh sehat dan memberi manfaat bagi kehidupan,” tandasnya. (*)