KUDUS, Kaifanews  Suasana berbeda tampak dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini di KB dan TK AT Tazkya Kudus. Melalui peragaan manasik haji cilik, para siswa diajak mengenal rukun Islam kelima dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk mengenalkan rukun Islam kelima sejak dini kepada anak-anak.

Kepala Sekolah KB AT TAZKYA, Lilis Rahayu Wardani, SPsi, SPd menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji cilik merupakan salah satu rangkaian kurikulum pendidikan di bawah LPI AT TAZKYA yang dirancang untuk membentuk karakter anak yang religius.

“Kegiatan ini bertujuan mengenalkan rukun Islam kelima yaitu ibadah haji, sekaligus memotivasi anak dan orang tua agar memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya pada Senin 20 April 2026.

Ia menambahkan, metode pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung agar anak lebih mudah memahami setiap tahapan ibadah haji.

“Anak-anak tidak hanya dikenalkan secara teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i hingga tahalul,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mempraktikkan rangkaian rukun haji seperti niat ihram dengan mengenakan pakaian khusus, melakukan wukuf di Arafah, tawaf mengelilingi replika Ka’bah sebanyak tujuh kali, hingga sa’i antara Shafa dan Marwah. Mereka juga diperkenalkan dengan amalan sunah seperti minum air zamzam dan berdoa di Maqam Ibrahim.

Lilis menegaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan pendidikan karakter anak.

“Kerja sama antara orang tua dan sekolah sangat penting untuk mewujudkan generasi yang sholih dan sholihah,” paparnya.

Pelaksanaan kegiatan di ruang publik ini juga melalui proses perizinan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kudus, Dinas PKPLH, Polres Kudus, hingga Dinas Perhubungan, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Dalam praktik manasik tersebut, KB AT TAZKYA juga menggandeng pembimbing dari KBIH NU, yakni H. Dalkhin, SPd, yang memberikan arahan kepada peserta agar setiap tahapan ibadah dapat dipahami dengan benar.

Sebagai lembaga pendidikan anak usia dini terakreditasi A yang berlokasi di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, KB AT TAZKYA terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran aktif dan kreatif, termasuk melalui kegiatan lapangan yang edukatif.

Belajar Haji Sejak Dini, Anak KB AT TAZKYA Praktik Langsung Rukun Islam Kelima di Alun-Alun Kudus
Suasana manasik haji cilik KB AT TAZKYA di Alun-alun Kudus dengan anak-anak mengenakan busana ihram. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memahami tata cara ibadah haji, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki nilai-nilai keislaman kuat sejak usia dini.

“Harapannya anak-anak AT TAZKYA tumbuh menjadi generasi yang sholih dan sholihah serta memiliki semangat beribadah sejak kecil,” katanya.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga orang tua yang turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan bersama anak. Hal ini menjadi bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak.

Salah satu peserta, Hilna Chairani, tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Didampingi orang tuanya, Iwan Apriyanto, Hilna mengikuti seluruh tahapan dengan penuh semangat.

Iwan mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi anak sekaligus orang tua.

“Kami sebagai orang tua merasa senang karena anak bisa belajar langsung tentang ibadah haji sejak dini, ini pengalaman yang luar biasa,” tandasnya. (*)