JEPARA, Kaifanews – Persijap Jepara akhirnya bisa bernapas lega. Setelah terperosok tanpa kemenangan dalam 12 pertandingan beruntun, Laskar Kalinyamat sukses memulai putaran kedua Super League 2025/2026 dengan kemenangan penting. Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), Sabtu (24/1/2026) malam, Persijap menaklukkan PSM Makassar dengan skor meyakinkan 2-0.
Didorong dukungan penuh suporter, Persijap langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan.
Permainan agresif tuan rumah membuat lini belakang PSM harus bekerja keras meredam tekanan. Upaya tersebut akhirnya berbuah hasil di babak pertama.
Gol pembuka tercipta lewat Carlos França pada menit ke-5, Pemain sayap asal Brasil itu tampil sigap memanfaatkan kemelut di depan gawang PSM dan berhasil mengungguli kawalan bek lawan sebelum menceploskan bola ke gawang. Keunggulan 1-0 bagi Persijap bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSM Makassar berusaha bangkit dan mencari gol penyama kedudukan. Namun, rapatnya organisasi permainan Persijap membuat Juku Eja kesulitan mengembangkan serangan. Setiap celah yang terbuka segera ditutup oleh barisan tengah dan lini belakang tuan rumah.
Alih-alih menyamakan kedudukan, PSM justru kembali kebobolan pada menit ke-62. Kesalahan komunikasi antara Yuran Fernandes dan kiper Reza Arya di dalam kotak penalti dimanfaatkan dengan baik oleh Iker Guarrotxena. Penyerang Persijap itu dengan tenang menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Setelah gol kedua, Persijap tampil lebih tenang dan disiplin dalam mengontrol jalannya laga. PSM mencoba mengandalkan bola-bola panjang, namun strategi tersebut tak mampu menembus pertahanan Persijap hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Kemenangan ini menjadi titik balik penting bagi Persijap Jepara. Selain mengakhiri catatan 12 laga tanpa kemenangan, tambahan tiga poin juga mengangkat posisi Laskar Kalinyamat ke peringkat ke-16 klasemen sementara dengan 12 poin. Sebaliknya, PSM Makassar harus pulang dari Jepara tanpa poin dan tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 19 angka.
Usai laga, pelatih Persijap Divaldo Alves mengakui sejak awal sudah mewaspadai komposisi lini depan PSM. Menurutnya, skema dua penyerang yang diterapkan lawan berpotensi merepotkan timnya.
“Pertandingan malam ini cukup sulit. Ketika PSM memainkan dua pemain depan, otomatis kami harus lebih waspada menjaga mereka,” ujar Divaldo usai laga.
Ia juga menyoroti ancaman bola-bola panjang yang kerap dilancarkan PSM dengan mengandalkan pemain berpostur tinggi. Untuk itu, Persijap memilih bermain lebih disiplin dengan pendekatan middle block.
“Kami arahkan pemain untuk menjaga area tengah. Kami tahu mereka akan bermain long ball. Kalau dua striker dilepas dan langsung berhadapan dengan dua stopper, itu sangat berbahaya,” jelasnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Dengan mengandalkan kekuatan lini tengah dan kecepatan pemain sayap seperti Carlos França dan Rendi Saepul, Persijap mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun.
França pun membuktikannya dengan gol pembuka yang menjadi kunci kebangkitan Persijap di awal putaran kedua.








