Kaifanews.com – Arsenal mencatatkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Eropa dengan menjadi satu-satunya tim yang meraih poin sempurna pada format baru fase liga Liga Champions 2025/2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian ini didapat setelah anak asuh Mikel Arteta menundukkan wakil Kazakhstan, Kairat Almaty, dengan skor ketat 3-2 di Emirates Stadium, Kamis (29/1) dini hari WIB.

Dengan torehan delapan kemenangan beruntun dari delapan laga, The Gunners kokoh di puncak klasemen dengan 24 poin. Dominasi tanpa celah ini tidak hanya membuat Meriam London lolos otomatis ke babak 16 besar, tetapi juga menggeser Manchester City dan Real Madrid dalam bursa favorit utama peraih trofi Si Kuping Besar musim ini.

Stabilitas yang dibangun Mikel Arteta musim ini mencapai puncaknya di pentas kontinental. Meski sudah mengamankan tiket lolos lebih awal, Arsenal tetap tampil determinan melawan Kairat Almaty.

Gol-gol kemenangan Arsenal lahir melalui skema serangan balik cepat dan organisasi permainan yang sangat rapi, ciri khas yang membuat mereka menjadi mesin pemenang paling stabil di Eropa saat ini.

Namun, sorotan utama media dunia tertuju pada sosok Viktor Gyokeres. Penyerang asal Swedia tersebut kembali mencetak gol yang memastikan namanya masuk dalam buku sejarah.

Gyokeres menjadi pemain pertama dalam sejarah format baru Liga Champions yang mampu mencetak gol atau memberikan assist di setiap pertandingan sepanjang fase liga (8 laga berturut-turut).

“Viktor telah memberikan dimensi baru dalam penyerangan kami. Konsistensinya untuk berkontribusi di setiap laga adalah sesuatu yang luar biasa, namun yang terpenting adalah bagaimana tim merespons setiap tantangan dengan mentalitas pemenang,” ujar Mikel Arteta saat konferensi pers.

Keberhasilan menyapu bersih 24 poin ini menempatkan Arsenal di atas tim-tim raksasa lainnya. Transformasi taktis Arteta, yang mengombinasikan pertahanan gerendel dengan ketajaman Gyokeres, terbukti menjadi formula yang sulit dipecahkan lawan.

Kini, dengan status sebagai tim “Sempurna”, beban ekspektasi akan semakin berat di fase gugur. Namun melihat performa konsisten yang ditunjukkan, Arsenal tampak sangat siap untuk menghadapi siapa pun lawan yang akan keluar dari babak playoff.