PATI, Kaifanews — Upaya pencarian nelayan yang hilang di perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, terus berlanjut. Memasuki hari ke empat operasi, Minggu (25/1/2026), tim SAR gabungan Satpolairud Polresta Pati dan TNI AL masih berjuang menyisir lautan demi menemukan satu korban yang belum kembali.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban diketahui bernama Winarto (42), nelayan asal Dukuhseti. Hingga sore hari, keberadaan korban masih belum diketahui meski pencarian telah dilakukan secara intensif sejak pagi.

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, menjelaskan bahwa tim SAR memfokuskan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat. Selain itu, area pencarian diperluas mengikuti arah pergerakan arus laut yang dinilai berpotensi membawa korban menjauh dari lokasi awal kejadian.

Menurut Hendrik, penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dengan melibatkan personel Satpolairud serta Pos TNI AL Banyutowo. Tim juga menjalin koordinasi dengan para nelayan setempat guna mendapatkan informasi tambahan terkait kondisi perairan.

“Nelayan lokal kami libatkan karena mereka lebih memahami karakter arus dan wilayah perairan di sekitar Banyutowo. Setiap informasi dari mereka sangat membantu memperluas pencarian,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga hari ketiga operasi, satu korban telah berhasil ditemukan sebelumnya. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian. Dalam setiap tahapan operasi, keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama, mengingat kondisi gelombang laut yang berubah-ubah.

Meski demikian, tim SAR memastikan pencarian dilakukan secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku. Kondisi cuaca sejauh ini dinilai cukup mendukung dan tidak menghambat jalannya operasi.

Untuk hari berikutnya, tim SAR berencana kembali memperluas area pencarian. Berdasarkan analisis pergerakan arus laut, penyisiran akan diarahkan dari perairan Juwana menuju wilayah perairan Rembang.

“Perluasan area ini kami lakukan karena ada kemungkinan korban terbawa arus ke arah timur,” jelas Hendrik.

Di akhir keterangannya, Kompol Hendrik mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Ia menekankan pentingnya memperhatikan prakiraan cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat beraktivitas di laut,” pungkasnya.