KUDUS, Kaifanews — Bencana longsor dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 14.758 kepala keluarga atau 46.284 jiwa terdampak, dengan 2.158 jiwa di antaranya harus mengungsi di 10 titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Selain kerugian material, bencana tersebut juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka ringan. Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dan pendampingan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, sejak awal kejadian dirinya telah memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat menangani kondisi darurat dan memenuhi kebutuhan para korban.
“Saya instruksikan semua dinas terkait untuk memfasilitasi kebutuhan penanganan bencana, baik logistik, kesehatan, maupun evakuasi warga terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Sam’ani.
Dalam penanganan bencana ini, Pemkab Kudus juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Forkopimcam, PMI, TNI, Polri, hingga instansi teknis seperti Dinas PUPR dan BBWS Pemali Juana. Selain itu, relawan penanggulangan bencana dari berbagai organisasi turut dilibatkan untuk mempercepat respons di lapangan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama para relawan terus melakukan asesmen di lokasi terdampak longsor dan banjir, sekaligus melakukan pendataan, penyebaran informasi, dan dokumentasi kondisi lapangan. Proses evakuasi korban juga dilakukan secara terpadu apabila ditemukan warga yang masih terjebak.
Bupati Kudus turut turun langsung meninjau lokasi bencana dan mengunjungi rumah warga terdampak sebagai bentuk empati dan dukungan moral. Ia juga menyerahkan bantuan logistik, termasuk peralatan kerja bakti untuk pembersihan material longsor.
“Penanganan tidak berhenti pada tanggap darurat. Kami juga menyiapkan langkah pemulihan agar aktivitas belajar, bekerja, dan berkarya masyarakat bisa kembali berjalan,” tegas Sam’ani.
Sementara itu, perhatian pemerintah pusat juga mengalir ke Kabupaten Kudus. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dijadwalkan berkunjung untuk menyiapkan langkah-langkah lanjutan dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
Pemkab Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut.








