KUDUS, Kaifanews – Jika rekomendasi kuliner di Kudus biasanya identik dengan soto, lentog, atau jenang, ada satu sudut kota yang justru menawarkan sensasi rasa dan pengalaman berbeda.
Di kawasan Rendeng, terselip warung makan ekstrem yang menyajikan menu olahan swike dan rica tak biasa mulai dari daging biawak, kodok, entog, garangan hingga olahan bulus dan tekek.
Bukan sekadar uji nyali, kuliner ini dipercaya sebagian masyarakat memiliki manfaat kesehatan dan khasiat tradisional yang telah dikenal turun-temurun.
Warung Makan Ekstrim milik Widodo, yang berdiri sejak awal 2020 itu berlokasi sekitar 100 meter ke selatan Pabrik Gula Rendeng, tepatnya di Jl. Jend. Sudirman No.192B, Desa Rendeng, Kecamatan Kota Kudus.
Dari luar tampak sederhana, namun hampir setiap hari puluhan pelanggan datang untuk mencicipi kuliner yang jarang ditemui di tempat lain.
“Awalnya saya memang suka berburu dan hobi masak. Dulu punya usaha biliar, tapi teman-teman sering bilang masakan saya enak dan nyaranin buka warung saja,” ujar Widodo saat ditemui di warungnya pada Jumat 16 Januari 2026.
Keputusan itu bukan tanpa risiko. Usaha biliar yang ia jalani sebelumnya terdampak pandemi Covid-19. Sebuah truk kecil miliknya pun terpaksa dijual untuk menutup kewajiban ke bank. Modal tersisa hanya sekitar Rp7,5 juta.
“Uang sisa itu saya pakai buat ngelas teratak, seadanya. Saya nekat buka warung bersama istri. Bahkan dulu saya tidur cuma bertembokkan kalsiboard sama galvalum,” kenangnya.
Menu ekstrem yang ditawarkan Widodo berangkat dari pengalaman berburu. Pada awalnya, ia mencari bahan baku sendiri. Namun seiring meningkatnya permintaan, pasokan kini didatangkan dari Madura, Tangerang, dan Cirebon. Seluruh hewan yang datang dipastikan masih hidup.
“Kalau dapat bahan yang sudah mati, tidak saya masak. Saya jaga kualitas. Itu prinsip saya ke pelanggan,” tegasnya.
Dalam sepekan, Widodo mengaku bisa mengolah hingga sekitar satu kuintal atau 100 kilogram daging biawak. Selain daging, empedu biawak juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Empedu biawak dipercaya untuk obat kuat. Dari sini bisa dikirim sampai Thailand, nilainya bisa tembus Rp9 juta. Minyaknya juga banyak dicari buat obat,” jelasnya.
Tak sekadar sensasi, Widodo menyebut banyak pelanggannya datang karena khasiat kesehatan. Daging biawak, menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat, dipercaya membantu mengatasi gatal-gatal, sesak napas, hingga meningkatkan vitalitas pria. Garangan dan kodok juga diyakini memiliki kandungan protein tinggi serta dipercaya baik untuk stamina.
“Yang datang ke sini bukan cuma mau coba-coba. Banyak yang sudah langganan karena merasa badannya lebih enak setelah makan,” tandasnya.
Setiap hari, warung ini bisa melayani sekitar 50 pembeli, dengan jumlah yang meningkat saat akhir pekan. Seluruh aktivitas dapur ditangani langsung oleh Widodo bersama sang istri.
“Saya sengaja cuma berdua dengan istri. Saya ingin rasa tetap terjaga dan kualitasnya konsisten,” katanya.
Warung makan ekstrem ini menjual menunya dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp. 25 ribu hingga Rp. 30 ribu tiap porsinya. Buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WIB. Selain makan di tempat, Widodo juga melayani pesanan melalui nomor 0812-1599-2907.








