Kudus – Disudut desa Kedungdowo Tepatnya Sebelah Gapura Arah Balai Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu Kudus terdapat jajanan tradisional yang bernama Gelondong Ketigo
Mulyadi (Penjual sekaligus pencetus gelondong ketigo) Bercerita tentang nama dagangannya, awal mula dinamakan gelondong ketigo karena celetukan tetangga “kok garing koyo wayah ketigo” dalam bahasa Jawa ketigo berarti musim kemarau kemudian ia pun menamai dagangannya dengan gelondong ketigo
“Bermula dari celetukan tetangga yang bilang ‘lho kok garing koyo wayah ketigo’ dari situlah lahir nama Gelondong Ketigo” cerita Mulyadi
Sebelum diberi nama gelondong ketigo, jajanan ini merupakan dagangan dari sang ayah dengan dua varian yakni kering dan basah
“Sebenarnya jajanan ini sudah lama, dulunya yang jualan ayah saya hanya saja belum ada namanya dan dulunya tersedia dua varian yakni bumbu basah dan bumbu kering” ucap Mulyadi
Ia sudah berjualan mulai dari tahun 2015
“Untuk jualannya Sudah dari tahun 2015” lanjut Mulyadi
Sehari bisa habis 5 kilogram jualan dari jam setengah 9 pagi sampai siang keliling dari sekolah satu kesekolahan lain, kemudian di sore hari di TPQ dan terakhir mangkal di sebelah gapura Jetak
“Sehari bisa habis 5kilo jualan dari jam setengah 9 pagi sampai jam 1 siang keliling dari sekolahan satu kesekolahan lain, kemudian di sore hari jam 3 di TPQ terakhir mangkal di sebelah gapura Jetak sampai habis” pungkasnya
Sementara itu Kiky salah satu pembeli mengaku sering ering membeli untuk sekedar camilan dan dibawa pulang sebagai camilan anak-anak, menurutnya gelondong ketigo enak dan murah
“Sering beli untuk camilan dan untuk anak-anak saya, ya karena enak dan murah, gelondongnya yang kenyal dan bumbunya yang enak juga harganya yang murah” pungkasnya saat diwawancarai oleh wartawan Kaifa News pada Selasa Sore (11/11/2025). (Kiq)








