Kudus, Kaifanews.com — Di sudut Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota Kudus, aroma gurih batagor kuah menyeruak setiap pagi-siang. Warung sederhana milik Puji, perempuan tangguh yang sudah 25 tahun menekuni usaha kuliner ini, kini menjadi jujugan pelajar, santri, hingga wisatawan kawasan Menara Kudus.
Tak banyak yang tahu, kisah sukses warung Batagor Mbak Puji bermula dari keterpaksaan. Sekitar tahun 2000, Puji harus bergelut dengan himpitan ekonomi dan lilitan hutang. Dari sanalah semangat untuk bertahan hidup muncul. “Awal mula saya jualan dulu karena terlilit hutang. Dari situ saya berpikir untuk jualan,” tutur Puji, mengenang masa sulitnya.

Sebelum berjualan batagor, Puji sempat menjajakan jus dan gorengan. Namun, musim hujan sering kali membuat dagangannya sepi pembeli. Kondisi itu memaksanya mencari ide baru yang lebih tahan musim. “Dulunya saya jualan es jus dan gorengan. Tapi kalau musim hujan sepi, akhirnya saya kepikiran jualan batagor,” ujarnya.
Pilihan itu terbukti tepat. Perlahan tapi pasti, batagor racikan Puji mulai dikenal luas. Uniknya, batagor miliknya tidak seperti kebanyakan yang menggunakan ikan atau daging. Ia hanya mengandalkan tepung kanji sebagai bahan isi utama, dipadukan dengan tahu, sayur, serta kuah gurih yang menjadi ciri khas. Menu tambahannya pun beragam, mulai dari bakso, bihun, hingga gorengan.
Dari usahanya itu, Puji berhasil memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ia bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga tuntas dan bahkan membuka lapangan kerja kecil bagi tetangga sekitar. “Alhamdulillah, usaha ini bisa memperbaiki ekonomi keluarga, menyekolahkan anak-anak, dan mempekerjakan tetangga,” kata Puji dengan senyum hangat.
Kini, setiap pengunjung kawasan wisata religi Menara Kudus hampir selalu mampir mencicipi batagor kuah hangat milik Puji. Bukan sekadar makanan jalanan, tapi simbol keteguhan seorang perempuan yang mengubah kesulitan hidup menjadi kisah keberhasilan.(Kiq)








