KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) bersiap meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus pada Kamis (29/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peresmian gedung baru tersebut menjadi penanda komitmen daerah dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menghadirkan ruang publik yang edukatif, inklusif, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan peresmian akan dilaksanakan secara seremonial mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan terbuka secara gratis untuk umum. Lokasinya berada di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus, tepat di sebelah selatan lapangan tenis indoor Balai Jagong, Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus.

Selain peresmian gedung, acara juga dirangkai dengan pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan serta desa dan kelurahan se-Kabupaten Kudus.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Mutrikah, menjelaskan bahwa peresmian ini menjadi momentum penting bagi pengembangan layanan literasi di Kudus.

“Besok acara peresmian pembukaan gedung layanan perpustakaan. Sifatnya seremonial dan akan diresmikan langsung oleh Bupati Kudus,” ujarnya pada Rabu (28/1/2026).

Menurut Mutrikah, pihaknya juga mengundang sejumlah tamu dari tingkat pusat dan provinsi, termasuk Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

“Kami mengundang Kepala Perpusnas, baik hadir langsung maupun diwakilkan. Selain itu, tamu dari provinsi serta kepala dinas kearsipan dan perpustakaan sewilayah Pati Raya atau Paku Jembara juga kami undang,” jelasnya.

Paku Jembara sendiri merupakan singkatan wilayah Pati, Kudus, Demak, Rembang, Blora, dan Jepara. Kehadiran perwakilan dari daerah tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi pengembangan literasi antarwilayah.

Yang istimewa, peresmian gedung layanan Arpusda ini akan dirangkai dengan pengukuhan Bunda Literasi di 132 desa dan 9 kecamatan se-Kabupaten Kudus.

“Bunda Literasi Kabupaten akan mengukuhkan Bunda Literasi desa dan kecamatan. Ini bagian dari penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam menumbuhkan budaya membaca,” kata Mutrikah.

Setelah prosesi peresmian, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya. Di antaranya tarian khas daerah, paduan suara dari PGRI, serta penampilan musik etnik dan tradisional yang dibawakan oleh siswa SMP Negeri 1 Jati Kudus.

“Kami ingin peresmian ini juga menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus hiburan edukatif bagi masyarakat,” tambahnya.

Secara simbolis, peresmian gedung akan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kudus, dilanjutkan dengan pemotongan untaian melati dan peninjauan seluruh ruangan gedung layanan perpustakaan. Para tamu undangan akan diajak berkeliling untuk melihat langsung fasilitas yang tersedia.

Mutrikah memaparkan, gedung layanan perpustakaan ini dilengkapi dengan berbagai ruang fungsional. Di antaranya ruang layanan sirkulasi dan referensi, ruang multimedia yang mendukung pelatihan komputer dan literasi digital, ruang baca umum atau dewasa, serta ruang baca anak yang dirancang ramah dan nyaman.

“Semua ruangan sudah kami siapkan, bahkan sebelumnya sudah dilakukan uji coba layanan,” ungkapnya.

Selain fasilitas ruang, Arpusda Kudus juga telah menyiapkan sarana penunjang seperti penunjuk arah, toilet, hingga pengaturan alur layanan pengunjung. Dari sisi koleksi, perpustakaan ini memiliki total 18.777 judul buku yang siap diakses masyarakat.

“Baik dari sisi SDM, sarana prasarana, maupun sistem layanan, kami pastikan semuanya siap untuk melayani masyarakat,” tegas Mutrikah.

Ia menambahkan, meski penataan halaman dan penghijauan masih akan disempurnakan secara bertahap, layanan perpustakaan sudah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai dampak dari kegiatan peresmian, layanan perpustakaan pada Kamis (29/1/2026) akan mengalami penyesuaian. Perpustakaan tutup sementara pada pukul 07.00–12.00 WIB dan kembali dibuka untuk masyarakat mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB.

Peresmian Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol fisik pembangunan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas literasi, kreativitas, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat Kudus.