JAKARTA, Kaifanews – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation, yayasan filantropi global milik pendiri Microsoft, Bill Gates. Penunjukan tersebut diumumkan melalui laman resmi Gates Foundation pada Selasa (13/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

CEO sekaligus Anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, Mark Suzman, menyatakan bahwa kehadiran Sri Mulyani di jajaran direksi diharapkan mampu memberikan perspektif strategis, khususnya dalam tata kelola dan misi yayasan.

“Sri Mulyani memiliki pengalaman dalam membentuk ekonomi yang adil dan inklusif. Keahlian tersebut sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” ujar Suzman.

Penunjukan ini sejalan dengan komitmen besar Gates Foundation yang diumumkan tahun lalu. Bill Gates menyatakan akan menghabiskan dana abadi yayasan dalam dua dekade ke depan untuk tiga fokus utama, yakni mencegah kematian ibu dan bayi, memastikan generasi mendatang terbebas dari penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan.

Suzman menambahkan, kepemimpinan Sri Mulyani diharapkan dapat memastikan pemanfaatan sumber daya yayasan berjalan efektif untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat global.

Menanggapi penunjukan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan rasa terhormatnya dapat bergabung dengan Gates Foundation. Ia juga mengapresiasi kiprah yayasan yang selama dua dekade terakhir dinilai memberikan dampak besar bagi kelompok masyarakat paling rentan.

“Dengan pengalaman 20 tahun memberikan dampak bagi kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan Dewan Gates Foundation untuk berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan sekaligus peluang,” ujar Sri Mulyani.

Ia mengungkapkan, kerja samanya dengan Gates Foundation sebenarnya telah terjalin hampir satu dekade terakhir, khususnya dalam eksplorasi pemanfaatan teknologi untuk memperluas peluang dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saya termotivasi membawa pengalaman di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik untuk mendukung upaya menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup,” tambahnya.

Dalam struktur Dewan Direksi, Sri Mulyani akan bergabung bersama sejumlah tokoh global, antara lain Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates. Sementara itu, Baroness Nemat (Minouche) Shafik saat ini tengah cuti karena menjalankan tugas sebagai kepala penasihat ekonomi Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.

Pada kesempatan yang sama, Gates Foundation juga mengumumkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India (Africa & India Office/AIO). Divisi baru ini dipimpin Ankur Vora sebagai Presiden AIO, yang juga menjabat Kepala Strategi yayasan.

AIO dibentuk untuk menyatukan kantor-kantor Gates Foundation di Afrika dan India guna memperkuat peran perspektif regional dan nasional dalam penyusunan strategi, penetapan prioritas, serta pelaksanaan program.

Gates Foundation diketahui mulai beroperasi di Afrika sejak 2012 dan kini memiliki kantor di lima negara, yakni Etiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, dan Afrika Selatan. Sementara itu, kantor perwakilan di India telah berdiri sejak 2003 dan berbasis di New Delhi.

Dengan penunjukan Sri Mulyani, Gates Foundation berharap dapat memperkuat peran kepemimpinan global dalam mendorong pembangunan berkelanjutan hingga target penutupan yayasan pada tahun 2045.