BANDUNG BARAT – Tragedi tanah longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, meninggalkan duka mendalam. Hingga Sabtu (24/1/2026), tujuh warga dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih belum ditemukan dan diduga tertimbun material longsoran.
Di tengah situasi genting tersebut, pasukan elit Satuan Brimob Polda Jawa Barat diterjunkan untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban. Operasi kemanusiaan dilakukan dalam kondisi ekstrem, dengan hujan yang terus turun dan struktur tanah yang belum stabil.
Tujuh Nyawa Melayang, Puluhan Masih Hilang
Data sementara yang dihimpun dari tim gabungan mencatat, bencana ini berdampak pada 117 warga. Dari jumlah tersebut, tujuh orang dinyatakan tewas, tiga orang mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan medis, sementara 83 warga masih dalam pencarian. Sebanyak 24 orang berhasil selamat, meski harus kehilangan tempat tinggal setelah 31 rumah hancur total.
Fokus pencarian kini diarahkan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun, berdasarkan laporan keluarga dan temuan di lapangan.
Brimob Bergerak di Tengah Ancaman Longsor Susulan
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung penuh risiko. Personel SAR Brimob harus bekerja ekstra hati-hati karena tanah yang labil berpotensi kembali bergerak sewaktu-waktu.
“Keselamatan korban dan petugas menjadi prioritas. Meski medannya berat dan cuaca tidak bersahabat, pencarian tidak dihentikan,” ujarnya.
Operasi Kemanusiaan Terus Dilanjutkan
Komandan Satuan Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Donyar Kusumadji, menyatakan pihaknya berkomitmen penuh hingga seluruh korban ditemukan. Ia menegaskan, pengerahan personel akan terus dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan.
“Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas korban jiwa yang telah meninggal. Brimob akan tetap berada di lokasi sampai seluruh korban berhasil dievakuasi,” tegasnya.
Sinergi antara Brimob, TNI, BPBD, Basarnas, serta relawan terus diperkuat untuk mempercepat proses pencarian. Warga sekitar lokasi diimbau tetap menjauh dari area rawan longsor dan mematuhi seluruh arahan petugas, mengingat potensi bencana susulan masih sangat tinggi.








