KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Kapolres Kudus dan Dandim 0722/Kudus mengunjungi rumah keluarga (INU) di Dukuh Kayuapu Wetan, Desa Gondangmanis, Minggu (11/1/2026). Korban dilaporkan hilang setelah terseret arus, dan hingga saat ini belum ditemukan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Sam’ani memberikan dukungan moril secara langsung kepada keluarga korban (INU) bocah 5 tahun yang hilang terseret arus di Sungai Perak, Kecamatan Bae, Minggu (11/1/2026). Hingga kini, bocah tersebut belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan relawan serta instansi terkait.

Peristiwa tragis itu terjadi sore hari saat hujan deras melanda kawasan Kudus, menyebabkan debit air di parit setempat naik drastis dan mengakibatkan seorang balita perempuan terseret arus deras. Awal mulanya bocah tersebut sedang bermain bersama kedua kakak kandungnya di tengah cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Kudus sejak siang hari. Ketiga nya berboncengan sepeda, saat melaju ban sepedanya tergelincir dan bocah tersebut terjatuh, naas bocah tersebut terjatuh ke dalam aliran sungai dan terseret hingga sejauh 100 meter.

Warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bereaksi cepat dan berhasil menarik Arsyad serta Afifah ke daratan. Namun, Ismi yang masih balita gagal diraih dan hilang ditelan arus sungai yang sangat deras.

Dalam kunjungannya, Bupati Kudus tiba di kediaman keluarga korban dengan didampingi sejumlah pejabat pemerintah desa setempat. Bupati Sam’ani berbicara langsung dengan orang tua dan kerabat, menyampaikan belasungkawa serta memberi dorongan moril di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga. Ia juga memastikan bahwa upaya pencarian terus dilakukan.

“Sebagai pemerintah daerah, kita turut merasakan kesedihan yang mendalam atas kejadian ini. Pemerintah Kabupaten Kudus akan terus mendukung proses pencarian dan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban,” jelas Bupati Sam’ani.

Selain memberikan dukungan moril, Bupati juga menyerahkan tali asih kepada keluarga korban. Ia menegaskan pemerintah Kabupaten Kudus akan terus memperkuat koordinasi bersama BPBD, TNI, Polri dan relawan masyarakat untuk menyisir area kemungkinan lokasi balita tersebut terseret arus sungai.

Kedatangan Bupati di rumah keluarga korban mendapat respons positif dari warga setempat yang menyaksikan langsung. Warga berharap proses pencarian bisa segera membuahkan hasil dan memohon doa agar si kecil dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perubahan signifikan terkait lokasi penemuan korban. Tim terus bekerja keras menyisir sepanjang badan air dan titik-titik yang diduga menjadi arah arus balita tersebut terseret. Pihak keluarga juga terus menunggu informasi dari tim SAR dengan do’a dan harapan terbaik.

Bupati Kudus mengimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Curah hujan tinggi disertai angin kencang dinilai dapat memicu berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, maupun luapan sungai dan saluran air.

Secara khusus, Bupati meminta orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di sekitar sungai, parit, dan saluran air yang debitnya meningkat saat hujan deras. Peristiwa balita yang hilang terseret arus di wilayah Kayuapu menjadi pengingat penting agar kejadian serupa tidak terulang.

“Keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian utama. Kami mengajak seluruh warga untuk tidak lengah, saling mengingatkan, dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta aktif memantau informasi cuaca dari sumber resmi, serta mengikuti arahan petugas apabila diperlukan langkah evakuasi atau pengamanan lingkungan.