KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung meninjau sekaligus membantu proses penanganan warga terdampak banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Selasa (13/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kudus tersebut untuk memastikan evakuasi dan distribusi bantuan berjalan cepat, aman, dan terpadu.
Dalam kunjungannya, Bupati Sam’ani meninjau kondisi permukiman warga yang sempat terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan.
“Saat ini warga yang mengungsi berasal dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor (Kecamatan Jati), Desa Ngembalrejo (Kecamatan Bae), dan Desa Temulus (Kecamatan Mejobo),” jelas Bupati Sam’ani.
Warga Desa Ngembalrejo mengungsi ke Masjid Al Huda dan Ponpes Alfath, sementara warga Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor Sebanyak 24 warga dari 14 kepala keluarga telah dievakuasi ke posko pengungsian yang berada di TPQ Khurriyatul Fikri Pasuruan Lor.
Di lokasi pengungsian, Bupati turut menyerahkan bantuan meliputi paket sembako, perlengkapan P3K, selimut, serta uang tunai secara langsung kepada para penyintas.
Terkait dengan kebutuhan dasar, pihaknya memastikan dapur umum serta logistik makan dan minum, terus dikoordinasikan lebih lanjut jika agar tidak terjadi kekurangan bantuan.
“Karena ini bencana, semua komponen harus bersatu membantu dan mendukung. Semoga bencana ini segera berakhir dan masyarakat bisa pulih kembali,” ucap Bupati Sam’ani.
Bupati Sam’ani menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Di posko pengungsian, Bupati Kudus membaur bersama warga terdampak, makan bersama, serta meninjau kesiapan sarana prasarana kesehatan dan logistik.
Bupati bersama TNI, Polri, relawan meninjau kondisi lapangan di Dukuh Goleng untuk memastikan situasi tetap terkendali. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi, bupati berdoa semoga kondisi Kabupaten Kudus tetap aman dan segera pulih.
“Penanganan harus dilakukan cepat dan terkoordinasi agar keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami pastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi,” jelas Bupati Sam’ani.
Selain menyalurkan bantuan, Bupati juga berkoordinasi dengan jajaran BPBD, TNI, Polri, perangkat desa, serta relawan untuk memastikan kondisi banjir terus dipantau dan langkah antisipasi dilakukan apabila debit air kembali meningkat.
Bupati juga menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan evaluasi penyebab banjir, termasuk kondisi saluran drainase dan aliran sungai, sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pemerintah Kabupaten Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila kondisi lingkungan membahayakan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dengan keterlibatan langsung kepala daerah dan sinergi lintas sektor, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di Dukuh Goleng serta wilayah lainnya di Kabupaten Kudus dapat berjalan optimal dan aktivitas warga segera kembali normal.








