KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton turun langsung ke lapangan meninjau sejumlah titik krusial penanganan banjir, Senin (19/1/2026) malam. Peninjauan dilakukan untuk memastikan sistem pengendali banjir bekerja optimal di tengah kembali tingginya intensitas hujan.
Rombongan kepala daerah memulai pemantauan dengan mengecek operasional pompa air di Pintu Air Tanggulangin serta Kolam Retensi. Dari hasil pantauan, seluruh pintu air dan pompa dipastikan beroperasi maksimal untuk mempercepat surutnya genangan.
“Pintu air DK 1 dan DK 2 kita buka semuanya. Pompa juga kita operasikan full power. Untuk DK 1 kapasitasnya 5.500, sementara di titik lain ada yang 8.000 dan 5.000. Semua berjalan,” kata Sam’ani di sela peninjauan.
Menurut Sam’ani, meningkatnya debit air akibat hujan deras membuat pompa harus bekerja tanpa henti. Meski demikian, pengaturan teknis tetap dilakukan agar mesin tidak mengalami gangguan.
“Pompa kita upayakan terus bekerja maksimal. Hanya nanti ada jeda istirahat bergantian sekitar pukul 22.00 agar performanya tetap terjaga. Kita berdoa bersama semoga air cepat surut dan kondisi Kudus kembali normal,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada aspek teknis pengendalian banjir, Sam’ani dan Bellinda juga memberi perhatian pada dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Usai meninjau pintu air, keduanya menyempatkan diri mendatangi posko pengungsian untuk melihat langsung kondisi warga terdampak.
Selain itu, pasangan kepala daerah ini juga melakukan takziah ke rumah duka almarhum Mas Bram di Desa Tanjungrejo, korban yang meninggal dunia akibat musibah banjir.
Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menegaskan, pemantauan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kebutuhan dasar warga di pengungsian.
“Malam ini kami memastikan kolam retensi bekerja optimal untuk masyarakat. Kami juga terus memantau posko pengungsian agar kebutuhan pokok, asupan gizi, dan layanan kesehatan warga tetap tercukupi. Alhamdulillah, sejauh ini kondisinya masih terkendali,” jelas Bellinda.
Bellinda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, tenaga kesehatan, serta pihak-pihak yang terlibat aktif dalam penanganan banjir di Kudus.
“Terima kasih kepada relawan dan tenaga kesehatan yang sudah bekerja keras membantu masyarakat Kudus. Semoga semua tetap diberi kesehatan,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan akan terus siaga dan bekerja maksimal di lapangan, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.








