KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendatangi rumah duka almarhumah Sriyatun di RT 05 RW 05 Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Minggu (11/1/2026). Almarhumah meninggal dunia akibat tertimbun material longsor yang terjadi di wilayah tersebut menyusul hujan deras berintensitas tinggi.
Kedatangan Bupati Sam’ani didampingi jajaran perangkat daerah, TNI-Polri, dan relawan sebagai bentuk empati sekaligus memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka. Bupati menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran,” ujar Sam’ani.
Ia menjelaskan, hujan lebat yang turun sejak siang hari memicu sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Kabupaten Kudus, khususnya di kawasan Muria Raya. Di Desa Menawan, longsor menyebabkan satu warga meninggal dunia dan memicu kekhawatiran terjadinya longsor susulan.
“Tadi sekitar pukul 12.00 terjadi hujan sangat lebat dan ada beberapa titik bencana di Kabupaten Kudus. Di Dukuh Kambangan ini ada satu warga yang menjadi korban longsor dan hari ini kita makamkan bersama,” kata Sam’ani.
Disisi lain, Bupati mengapresiasi kerja cepat seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, mulai dari Polres Kudus, Kodim, relawan, hingga perangkat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kudus.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Kudus, Kodim, relawan, dan seluruh OPD yang sudah bergotong royong membantu masyarakat. Ini bagian dari pelayanan kepada warga yang sedang mengalami musibah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih ekstrem dan berpotensi menimbulkan bencana lanjutan. Ia mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di wilayah rawan longsor.
“Kalau memang tidak mendesak, sebaiknya menunda dulu keluar rumah. Tetap berkoordinasi dengan perangkat desa, RT, RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar kita bisa cepat merespons jika ada kondisi darurat,” pesannya.
Terkait langkah penanganan ke depan, Bupati menyatakan Pemkab Kudus akan segera melakukan asesmen menyeluruh melalui Dinas PUPR dan OPD terkait. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah perbaikan infrastruktur dan upaya mitigasi bencana di kawasan rawan longsor.
“Nanti dari hasil asesmen itu kita tentukan langkah-langkah perbaikan dan mitigasi. Karena kawasan Muria Raya, baik di Kudus, Pati, maupun Jepara, semuanya terdampak cuaca ekstrem,” kata Sam’ani.
Pemkab Kudus berharap dengan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, dampak bencana dapat diminimalkan serta kondisi wilayah dapat segera pulih dan kembali aman.








