KUDUS, Kaifanews — Bencana hidrometeorologi masih melanda Kabupaten Kudus akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak 9 Januari 2026.
Kondisi tersebut memicu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, dengan dampak signifikan terhadap permukiman warga, lahan pertanian, hingga fasilitas umum.
Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko menyampaikan bahwa hingga update Kamis (22/1/2026) pukul 17.00 WIB, total bencana hidrometeorologi berdampak pada sembilan kecamatan dan 48 desa/kelurahan. Jumlah kepala keluarga terdampak tercatat sebanyak 4.647 KK dengan total 14.142 jiwa.
“Bencana ini dipicu hujan berkepanjangan yang menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Selain itu, kondisi tanah yang labil memicu longsor di beberapa titik,” ujar Eko saat ditemui disela peninjauan banjir di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jumat (23/1/2026).

Data BPBD mencatat, bencana banjir masih terjadi di empat kecamatan dan 20 desa/kelurahan. Sebanyak 2.956 rumah terdampak banjir, dengan luas sawah tergenang mencapai 2.890 hektare. Fasilitas umum juga tak luput dari dampak, terdiri dari 11 fasilitas ibadah dan 75 fasilitas pendidikan.
Jumlah pengungsi saat ini mencapai 2.104 jiwa yang tersebar di sejumlah titik pengungsian, memanfaatkan balai desa, gedung sekolah, hingga aula fasilitas umum. Sebelumnya, total pengungsi sempat mencapai 2.467 jiwa, namun sebagian warga mulai kembali ke rumah seiring surutnya genangan di beberapa lokasi.
Selain banjir, BPBD Kudus juga mencatat peningkatan kejadian tanah longsor. Hingga saat ini terdapat 135 titik longsor yang tersebar di tiga kecamatan dan 14 desa/kelurahan. Longsor tersebut berdampak pada 34 rumah dan 119 jiwa, dengan satu korban meninggal dunia.

Sementara itu, bencana cuaca ekstrem berdampak pada lima kecamatan dan 22 desa/kelurahan. Akibat kejadian ini, sembilan KK atau 28 jiwa terdampak, delapan rumah mengalami kerusakan, serta 19 pohon tumbang dan lima kendaraan terdampak. Tercatat pula lima warga mengalami luka ringan.
Pihaknya menegaskan, BPBD bersama unsur TNI, Polri, relawan, serta OPD terkait terus melakukan penanganan darurat, evakuasi warga, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Dapur umum juga disiagakan di sejumlah lokasi untuk mendukung logistik warga terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Jika hujan deras berlangsung lama, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya.








