SRAGEN, Kaifanews — Perubahan wajah Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, menjadi bukti bahwa pembangunan desa yang konsisten mampu mengubah keadaan secara signifikan.
Desa yang dahulu masuk kategori tertinggal itu kini resmi menyandang status desa mandiri, capaian tertinggi dalam Indeks Desa (ID).
Perjalanan Kaliwedi menuju desa mandiri tidak ditempuh dalam waktu singkat. Pada 2024, desa ini masih berada di level desa maju. Namun, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Daryono, pemerintah desa menjadikan capaian tersebut sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. Hasilnya, pada 2025, Kaliwedi berhasil naik kelas dan ditetapkan sebagai desa mandiri.
Salah satu faktor penting dalam lompatan tersebut adalah dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui bantuan keuangan (Bankeu). Pada 2025, Desa Kaliwedi menerima Bankeu sebesar Rp100 juta yang dialokasikan untuk pengaspalan jalan desa.
“Jalan menjadi kunci. Begitu akses lancar, ekonomi langsung bergerak,” ujar Daryono, Senin (26/1/2026).
Perbaikan infrastruktur itu berdampak langsung pada sektor unggulan desa, terutama pariwisata. Kaliwedi memiliki destinasi andalan Waterboom Jambangan Permai yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Setelah akses jalan membaik, jumlah pengunjung melonjak tajam, dari sekitar 39 ribu orang menjadi lebih dari 80 ribu orang per tahun. Pendapatan pengelola pun ikut terdongkrak, dari Rp800 juta menjadi Rp1,3 miliar pada 2025.
Efek domino juga terasa pada sektor lain. Distribusi hasil pertanian dan peternakan semakin mudah, mulai dari sayur-mayur, padi organik, hingga perkebunan kelengkeng dan melon. Infrastruktur yang membaik membuat biaya distribusi lebih efisien dan nilai jual produk desa meningkat.
Kemajuan ekonomi tersebut diimbangi dengan pembenahan tata kelola pemerintahan desa. Pemerintah Desa Kaliwedi menerapkan sistem tiga pilar, yakni pemerintahan, kewilayahan, dan pemberdayaan masyarakat.
Administrasi desa kini berbasis sistem informasi, layanan kesehatan dan posyandu telah memenuhi enam standar pelayanan minimal, serta kesiapsiagaan bencana terus diperkuat.
Di bidang sosial budaya, desa juga mengembangkan sanggar tari yang melibatkan sekitar 50 anak sejak 2025. Seluruh kebijakan strategis desa diputuskan melalui musyawarah desa dengan prinsip transparansi.
“Anggaran harus terbuka. Warga berhak tahu dan ikut mengawasi,” tegas Daryono.
Pada 2026, Pemprov Jawa Tengah kembali mengucurkan Bankeu sekitar Rp400 juta yang akan digunakan untuk pembangunan rabat beton dan jalan usaha tani menuju kawasan agrowisata, guna memperkuat konektivitas ekonomi desa.
Transformasi serupa juga terjadi di Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Desa ini perlahan bangkit dari kondisi tertinggal hingga kini menyandang status desa mandiri.
Kepala Desa Jatibatur, Sutardi, mengatakan Bankeu Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp100 juta pada 2025 digunakan untuk pengecoran jalan desa. Infrastruktur yang lebih baik membuat aktivitas warga dan wisatawan menjadi lebih aman dan nyaman.
Keberadaan objek wisata Sendang Kun Gerit kini menjadi penggerak utama ekonomi desa. Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat seiring berkembangnya BUMDes dan sektor pariwisata. Dampaknya juga dirasakan petani.
“Dulu panen setahun sekali, sekarang bisa sampai tiga kali. Infrastruktur dan dukungan sumur dari dana desa sangat membantu,” kata Sutardi.
Sementara itu, Kepala Dispermadesdukcapil Jawa Tengah Nadi Santoso menyebutkan, berdasarkan Indeks Desa 2025, kondisi desa di Jawa Tengah menunjukkan kemajuan signifikan. Saat ini terdapat 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, dan hanya tersisa 15 desa tertinggal. Desa dengan status sangat tertinggal sudah tidak ada lagi.
Menurut Nadi, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terus didorong pemerintah provinsi, serta peningkatan bantuan keuangan desa yang pada 2025 mencapai Rp1,7 triliun.
“Membangun desa tidak bisa parsial. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur harus berjalan bersama. Ketika desa mandiri, pertumbuhan ekonomi daerah ikut terangkat,” pungkasnya.








