Kaifanews — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus mengintensifkan edukasi dan layanan deteksi dini kanker serviks serta kanker payudara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kesakitan sekaligus meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya kesehatan reproduksi.

Melalui layanan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), pemeriksaan payudara klinis atau Sadanis, serta cek kesehatan gratis dapat dilakukan para wanita.

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih gencar melakukan edukasi terkait pencegahan kanker serviks dan kanker payudara yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Jawa Tengah.

“Sebagai perempuan, harus memahami pentingnya pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Angka kasus kanker serviks dan kanker payudara di Jawa Tengah masih tergolong tinggi,” ujarnya disela kegiatan di Semarang pada Kamis, (22/1/2026).

Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2024 mencatat, sebanyak 2.515 perempuan terdiagnosis kanker serviks, sementara penderita kanker payudara mencapai 13.570 orang.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Deteksi dini adalah kunci, karena kanker bisa dicegah dan ditangani lebih baik jika diketahui sejak awal,” kata Nawal.

Selain pemeriksaan IVA dan Sadanis, Nawal juga mendorong peran aktif kader PKK dalam mendukung skrining DNA Human Papillomavirus (HPV) yang menargetkan 9 juta perempuan hingga 2030. Hingga saat ini, skrining tersebut baru menjangkau 53.907 perempuan.

“Angkanya masih jauh dari target. Karena itu perlu sinergi banyak pihak, termasuk PKK dan organisasi perempuan,” ujar istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Nawal berharap layanan serupa terus diperluas di berbagai daerah, terlebih deteksi kanker juga dapat diintegrasikan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang telah menjangkau lebih dari 1.278 desa di Jawa Tengah.

“Jumlah penyintas kanker di Jawa Tengah cukup tinggi. Edukasi tentang Sadari, mamografi, dan pemeriksaan rutin harus terus digencarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Irma Makiah, menyampaikan bahwa skrining DNA HPV dan IVA Test terus digenjot sebagai langkah pencegahan kanker serviks dan payudara. Program eliminasi kanker serviks juga diperkuat melalui imunisasi HPV bagi anak usia sekolah.

Ia melaporkan, sepanjang 2024 hingga September 2025, sebanyak 53.907 perempuan usia 30–69 tahun telah mengikuti skrining DNA HPV.

Sedangkan untuk IVA Test, selama periode 2023–2025, tercatat 408.490 perempuan usia 30–50 tahun telah menjalani pemeriksaan.

Salah satu peserta, Dina Prabandari, ibu rumah tangga asal Desa Tampingan, mengaku terbantu dengan layanan IVA Test. Ia bersyukur hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatannya baik.

“Pemeriksaan seperti ini penting, jadi kami tahu kondisi kesehatan sejak dini,” tandasnya.