Kaifanews – Pergerakan harga emas ritel di Pegadaian pada Rabu (28/1/2026) menunjukkan arah yang tidak seragam. Berdasarkan pantauan di platform resmi Sahabat Pegadaian, salah satu merek emas tetap bertahan di posisi semula, sementara merek lainnya mengalami penurunan ringan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Emas produksi Galeri24 tercatat tidak mengalami perubahan harga dan masih dipasarkan di angka Rp2.965.000 per gram. Di sisi lain, emas UBS justru terkoreksi tipis sebesar Rp1.000, dari Rp3.018.000 menjadi Rp3.017.000 per gram.

Kondisi ini muncul setelah pasar emas ritel mengalami lonjakan harga cukup tajam pada sesi perdagangan sebelumnya. Situasi tersebut mengindikasikan pasar tengah memasuki fase penyesuaian, di mana harga cenderung bergerak terbatas sembari menunggu sentimen baru.

Dari segi pilihan produk, Galeri24 menyediakan kepingan emas dalam rentang bobot yang sangat luas, mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga paket besar seberat 1 kilogram. Sementara itu, UBS menawarkan variasi ukuran dari 0,5 gram sampai 500 gram, menyasar investor ritel dengan kebutuhan yang lebih fleksibel.

Berikut rincian harga emas Galeri24 yang berlaku per Rabu (28/1/2026):

  • 0,5 gram: Rp1.555.000
  • 1 gram: Rp2.965.000
  • 2 gram: Rp5.841.000
  • 5 gram: Rp14.496.000
  • 10 gram: Rp28.951.000
  • 25 gram: Rp72.108.000
  • 50 gram: Rp144.103.000
  • 100 gram: Rp288.063.000
  • 250 gram: Rp718.390.000
  • 500 gram: Rp1.436.779.000
  • 1.000 gram: Rp2.873.557.000

Adapun harga emas UBS pada hari yang sama tercatat sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1.631.000
  • 1 gram: Rp3.017.000
  • 2 gram: Rp5.988.000
  • 5 gram: Rp14.795.000
  • 10 gram: Rp29.435.000
  • 25 gram: Rp73.443.000
  • 50 gram: Rp146.584.000
  • 100 gram: Rp293.053.000
  • 250 gram: Rp732.415.000
  • 500 gram: Rp1.463.111.000

Sebagai informasi, harga emas di Pegadaian bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas global, fluktuasi nilai tukar, serta kebijakan internal perusahaan.

Bagi masyarakat yang berencana membeli emas sebagai instrumen lindung nilai atau investasi jangka panjang, pemantauan harga secara berkala menjadi langkah penting agar transaksi dilakukan pada momentum yang paling menguntungkan.