KAIFA NEWS – Drama China atau C-Drama menunjukkan penguatan signifikan di Indonesia dan perlahan mengubah peta konsumsi hiburan Asia. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, lonjakan penonton dari Indonesia menempatkan C-Drama sebagai salah satu konten paling kompetitif di platform streaming digital, menyaingi dominasi drama Korea yang lebih dulu mapan.
Data dari sejumlah platform legal menunjukkan bahwa jutaan akun Indonesia secara aktif mengonsumsi drama China setiap bulan. WeTV Indonesia mencatat, sekitar 30–40 persen total jam tonton drama di platform tersebut berasal dari C-Drama. Angka serupa juga tercermin di iQIYI Indonesia, di mana drama China menyumbang 25–35 persen traffic tontonan pengguna.
Fakta ini menegaskan bahwa C-Drama bukan lagi konten pelengkap, melainkan telah menjadi arus utama hiburan digital bagi masyarakat Indonesia.
- Penonton Muda dan Loyal
Secara demografis, penonton drama China di Indonesia didominasi kelompok usia produktif 15–34 tahun, dengan komposisi sekitar 65 persen perempuan. Basis penonton terbesar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, disusul Sumatra dan kawasan Indonesia timur.
Karakter penonton ini mencerminkan kekuatan C-Drama dalam membangun keterikatan emosional, khususnya melalui tema relasi personal, konflik keluarga, dan visual yang kuat. Tidak sedikit penonton yang mengikuti satu serial hingga tuntas, bahkan berlanjut ke judul lain dari genre serupa. - Media Sosial Jadi Penggerak Utama
Popularitas drama China di Indonesia tidak terlepas dari peran media sosial. Di TikTok Indonesia, tagar terkait C-Drama telah meraih ratusan juta hingga miliaran tayangan, menandakan keterlibatan audiens yang tinggi. Potongan adegan, dialog emosional, dan ulasan singkat menjadi alat promosi yang efektif, bahkan melampaui strategi pemasaran konvensional.
Google Trends Indonesia juga mencatat pencarian kata kunci terkait drama China berada pada level tinggi secara konsisten sejak 2021, menunjukkan minat yang stabil, bukan sekadar tren sesaat. - Indonesia Jadi Pasar Strategis
Pengamat industri streaming Asia Tenggara menilai Indonesia kini menjadi pasar kunci bagi industri drama China. Di sejumlah kanal resmi produksi Tiongkok di YouTube, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari lima negara penyumbang penonton terbesar, baik dari sisi jumlah view maupun durasi tonton.
Kondisi ini menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai penentu arah popularitas C-Drama di kawasan. (AK)








