KUDUS, Kaifanews – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton mendatangi posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Loram kulon dan GKMI Tanjungkarang berkolaborasi dengan sahabat Jaringan Perempuan Kudus (JPK), Minggu (18/1)
Di sela-sela peninjauannya, Wabup Bellinda Birton menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak yang menjadi korban bencana banjir yang menggenangi rumah mereka. Dia mengaku prihatin atas bencana yang menimpa beberapa wilayah di Kota Kretek ini.
“Saya sempatkan interaksi dengan anak-anak korban banjir agar mereka terhibur. Kami merasakan betul bencana banjir yang menggenangi rumah warga,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bellinda memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga di posko pengungsian. Tak hanya itu, ia pun menjamin kesiapan layanan dasar pengungsi berjalan dengan cukup baik.
“Saya memastikan kondisi kesehatan pengungsi dalam keadaan baik. Segala instrumen, seperti sarana kesehatan, logistik untuk menunjang layanan dasar bagi pengungsi berjalan dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati termuda tersebut juga meminta korban banjir untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas jaga apabila ada keluhan akan gangguan kesehatan, agar dapat dilakukan penanganan secara efektif, cepat dan tepat.
” Jangan ragu bilang sama petugas, kalau ada yang mengeluh sakit. Insyaallah langsung ditangani petugas yang jaga,” ucapnya.
Mba Bell sapaan akrabnya turut mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh stakeholder yang telah bergotong royong membantu penanganan pengungsi diseluruh titik terdampak banjir.
“Saya tak berhenti mengucapkan banyak terimakasih kepada relawan, pihak desa, OPD dan seluruh pihak yang terlibat penanganan bencana banjir ini dengan penuh kepedulian dan kebersamaan,” tuturnya.
Bellinda berjanji akan segera merefleksikan diri atas bencana banjir yang beberapa hari terakhir ini terjadi di Kabupaten Kudus. Dia menggaransi, akan menemukan solusi terbaik untuk menangani masalah klasik, yakni banjir yang sering melanda beberapa daerah di wilayahnya.
” Saya akan merenung, merefleksikan diri terlepas dari bencana banjir ini. Insyaallah kami akan selalu berusaha melakukan evaluasi berkaitan mitigasi kebencanaan, agar masalah tersebut bisa kita minimalisir,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Jaringan Perempuan Kudus (JPK) Dewi Nafisah mengatakan aksi sosial ini merupakan inisiasi dari para anggota yang berkeinginan membantu korban bencana banjir. Dewi menyebut, hasil open donasi anggota ia gunakan untuk membeli beberapa kebutuhan pengungsi, seperti, susu, roti, pokok, hingga buku edukasi.
” Kita semua iuran untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami musibah banjir. Sedikit bantuan ini semoga bisa membantu mereka,’ ungkapnya.
Dewi menilai, titik lokasi kunjungan memang sengaja dia pilih di GKMI atau rumah ibadah bagi teman-teman penganut agama Kristen Protestan karena ingin melihat kuatnya toleransi antar umat beragama di wilayah tersebut.
” Ini sengaja kita pilih di GKMI, karena toleransi di wilayah situ sangat kuat. Dulu juga pernah viral karena ada pengungsi yang sholat di GKMI yang notabene rumah ibadah penganut agama Kristen Protestan,” Jelasnya.








