KUDUS – Harga cabai rawit merah di Kabupaten Kudus kembali melonjak tajam. Dalam tiga hari terakhir, harga di sejumlah pasar tradisional tercatat menembus Rp70.000 per kilogram, naik dari pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp45.000–Rp50.000/kg.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani akibat cuaca tidak menentu. Kondisi hujan yang masih sering turun menyebabkan sebagian tanaman cabai mengalami kerusakan dan gagal panen, sehingga stok dari wilayah pemasok di Jawa Tengah menurun drastis.

Di Pasar Bitingan, pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan.

“Biasanya kami ambil 20 kilogram per hari, sekarang hanya dapat 8 sampai 10 kilogram. Itu pun kualitasnya menurun,” ujar Siti Rahayu, salah satu pedagang cabai.

Menurutnya, konsumen mulai mengurangi pembelian karena harga terlalu tinggi. Sebagian pembeli memilih beralih ke cabai rawit hijau atau membeli dalam jumlah sangat sedikit. Banyak para pelaku UMKM Kuliner juga terdampak atas lonjakan harga cabai rawit merah ini, hal ini menyebabkan biaya bahan baku menjadi naik, menyebabkan keuntungan para pelaku usaha semakin tipis.

Dari pantauan di lapangan, harga cabai rawit merah mengalami perubahan cepat dalam periode sepekan terakhir. Beberapa data pasar mencatat:
Minggu lalu : Rp45.000–Rp50.000/kg
Puncak kenaikan: Rp70.000/kg

Kenaikan harga cabai rawit merah selain Faktor Cuaca yang tidak menentu juga karena menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kenaikan harga komoditas cabai ini kerap menjadi indikator tekanan inflasi pangan menjelang akhir tahun.

Sementara itu, pedagang berharap pasokan segera membaik agar harga dapat kembali normal dan daya beli konsumen meningkat. Bila kondisi cuaca mulai stabil dan suplai dari petani kembali pulih, harga diperkirakan turun bertahap dalam dua hingga tiga pekan ke depan. (IND)