KAIFANEWS – Timnas Curacao menjadi sorotan dunia setelah memastikan tempat di putaran final Piala Dunia 2026. Keberhasilan tersebut lahir berkat pendekatan yang mirip dengan strategi yang ditempuh Timnas Indonesia: mengandalkan kekuatan para pemain keturunan Belanda.
Jejak Keturunan Belanda di Dua Tim Berbeda Benua
Baik Indonesia maupun Curacao memiliki kedekatan sejarah dengan Belanda sejak masa kolonial. Dampaknya masih terasa hingga kini, terutama di dunia sepak bola. Banyak pemain kelahiran Belanda yang memiliki darah Indonesia maupun Curacao kemudian memperkuat tim nasional masing-masing.
Dalam pemanggilan Timnas Indonesia terbaru, tercatat 15 pemain keturunan Belanda mengisi skuad Garuda — mulai dari Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, hingga Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny. Jumlah tersebut masih bisa bertambah jika Mees Hilgers, Adrian Wibowo, dan Emil Audero tidak berhalangan.
Curacao pun mengandalkan pola serupa, bahkan dengan dominasi yang lebih besar. Dari 27 pemain yang dibawa dalam putaran kualifikasi, 25 di antaranya merupakan pemain keturunan Belanda yang berkarier di kompetisi top Eropa, seperti Eredivisie, Championship, hingga liga Belgia.
Nasib Berbeda di Kualifikasi: Indonesia Gugur, Curacao Melaju
Dua tim yang mengambil pendekatan serupa harus menerima hasil yang jauh berbeda.
Indonesia tersingkir di fase ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC. Bertengger di dasar klasemen Grup B, skuad yang saat itu diasuh Patrick Kluivert tak mampu meraih satu pun poin setelah kalah 2–3 dari Arab Saudi dan 1–2 dari Irak. Hasil tersebut memastikan langkah Garuda terhenti.
Sementara itu, Curacao mencetak sejarah besar. Bermain imbang 1–1 melawan Jamaika pada laga terakhir Grup B zona CONCACAF, mereka mengunci posisi teratas dengan 12 poin. Hasil tersebut mengantarkan Curacao lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Keberhasilan ini semakin istimewa setelah mencetak prestasi gemilang di tengah persaingan ketat Amerika Utara dan Tengah.
Gervane Kastaneer, Wakil Liga Indonesia di Skuad Bersejarah Curacao
Di antara jajaran pemain keturunan Belanda yang memperkuat Curacao, terdapat satu nama yang akrab bagi publik Indonesia: Gervane Kastaneer. Penyerang Persis Solo itu menjadi bagian dari barisan pemain yang membantu Curacao menembus Piala Dunia.
Kastaneer, yang lahir di Rotterdam pada 9 Juni 1996, memiliki rekam jejak panjang di klub-klub Eropa seperti ADO Den Haag, Kaiserslautern, hingga Coventry City. Ia memilih membela Curacao sejak 2018 dan telah mencatat 22 caps serta 9 gol bagi negaranya.
Daftar Pemain Keturunan Belanda di Timnas Curacao
Skuad Curacao dihuni deretan pemain diaspora antara lain:
- Eloy Room, Trevor Doornbusch, Armando Obispo,
- Sherel Floranus, Tahith Chong, Juninho Bacuna,
- Leandro Bacuna, Sontje Hansen, Jürgen Locadia,
- Gervane Kastaneer, dan banyak nama lainnya.
Kehadiran mereka memperkuat kedalaman tim yang akhirnya mencicipi panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya. (Mr)








